oleh

RSUZA Kini Miliki Rumah Singgah Representatif Bagi Keluarga Pasien

Banda Aceh (ADC)- Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) milik Pemerintah Aceh saat ini, telah memiliki rumah singgah yang representatif bagi keluarga pasien, yang penggunaanya diresmikan oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kamis 11 April 2019.

Adapun lokasi dari pada rumah singgah ini, berada tepat di belakang Rumah Sakit Umum.dr Zainoel Abidin Banda Aceh.

example banner

“Rumah singah ini, memiliki fasilitas 132 tempat tidur (ranjang) dengan rincian, 68 ranjang untuk pria yang berada di lantai dua, dan 64 ranjang untuk perempuan yang berada di lantai satu. Selain itu, juga dilengkapi dengan toilet dan tempat mencuci pakaian bagi keluarga pasien.” 

Plt Gubernur mengatakan, kehadiran rumah singgah untuk keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin ini, telah dinantikan sejak lama oleh masyarakat, khususnya dari luar kota.

“Keberadaan dari rumah singgah ini, sangatlah dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang datang dari luar kota, untuk keluarga pasien.”

Ia juga menyebutkan, jika keluarga pasien harus menginap di hotel atau penginapan di Banda Aceh, tentulah agak berat, karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit (mahal).

“Inilah yang menjadi penyebab selama ini, keluarga pasien harus menginap di rumah sakit selama ini. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Aceh berinisiatif untuk membangun Rumah Singgah yang lokasinya tidak jauh dari RSUZA,” ujar Nova Iriansyah.

Selain itu, nova juga menjelaskan, lokasi dari pada rumah singgah ini, sangat dekat dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) hanya berjarak sekitar 3 menit kalau berjalan kaki menuju RSUZA.

“Dengan lokasi yang sangat dekat ini, tentunya akan memudahkan bagi keluarga untuk mendampingi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah Aceh ini. Maka dengan demikian, beban keluarga akan jauh lebih ringan, sehingga pendampingan yang diberikan kepada pasien bisa lebih maksimal,” ungkap Plt Gubernur Aceh ini.

Ia juga menegaskan, bahwa fasilitas rumah singgah ini, diprioritaskan kepada keluarga pasien JKA atau BPJS kelas tiga, dimana yang diizinkan menginap disini hanya satu orang untuk setiap keluarga pasien. Sedangkan untuk biaya administrasi, setiap orangnya hanya dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu per hari.

“Biaya yang ditetapkan itu, sangatlah murah, dimana fasilitas yang disediakan cukuplah nyaman. Pasti semua orang yang menginap, akan mampu membayarnya,

“Lagipula penggunaan dana tersebut, akan digunakan untuk pengelolaan dari rumah singgah itu sendiri, jadi bukan untuk mencari keuntungan semata,” tutup Nova Iriansyah.

Sementara itu, Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine menambahkan, selain melengkapi rumah singgah dengan tempat tidur, kursi, dan loker, pihaknya juga turut menyediakan satu unit mobil untuk operasional.

“Rumah singgah ini akan dikelola seperti hotel, ada check in dan check out, serta berlaku syarat dan ketentuan untuk menjadi penghuni dari rumah singgah dalam jangka waktu tertentu,” katanya.

Azharuddin mengharapkan, dengan adanya fasilitas rumah singgah ini, ke depannya tumpukan keluarga pasien di lantai dan koridor rumah sakit, terlebih lagi di sekitar ICU, dapat berkurang.

Ia juga berharap, ini menjadi layanan unggulan dari JKA Plus. Mohon dukungan dari masyarakat untuk dapat menjaga dan merawat fasilitas ini demi kenyamanan kita bersama,” pungkas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin ini.  (ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..