oleh

Mukhlisin : Oknum Pejabat PU Aceh Besar Alergi Dengan Wartawan

Kota Jantho (ADC) – Oknum Pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Aceh Besar, Ir.Yusmadi,MM dinilai alergi dengan Wartawan. Hal tidak terpuji tersebut ditunjukan ketika, Wartawan hendak mengkonfirmasi mengenai pekerjaan di wilayah itu.

Seharusnya, seorang pejabat pemerintah tidak bersikap anti sama Wartawan, dengan menunjukan ketidakwibawaannya terhadap pekerjaan Pers, yang meliput tugas jurnalistiknya di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Sebut Mukhlisin Pada AtjehDaily, Selasa, 3 September 2019.

example banner

Hal tersebut, Terjadi ketika Wartawan Media Aceh hendak melakukan konfirmasi perihal pekerjaan di dinas tersebut, tetapi oknum pejabat negara itu terkesan menghindar dan enggan menerima atas kehadiran Wartawan, Ujar Mukhlisin.

Sesuai Undang-undang Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalisrik (KEJ), selain tugas wartawan mengontrol kinerja pemerintah dan sosial, setiap melakukan peliputan wajib mengkonfirmasikan pejabat terkait agar dalam pemberitaan berimbang dan tidak terjadi berita bohong.

Namun, jika sikap yang ditunjukkan seperti yang dilakukan oknum pejabat Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Aceh Besar, terhadap wartawan yang meliput ke kantornya , maka, pekerja pers sulit untuk menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik, Sebut Mukhlisin.

Sementara saat awak media hendak mengkonfirmasi oknum pejabat Kadis PU Tata Ruang Ir Yusmadi,MM yang bersangkutan sedang berada diruang kerjanya. “Pak Kadis tidak ada waktu bertemu dan dikonfirmasi, beliau sibuk,” kata salah seorang stafnya diruang tunggu kepada awak media, Senin 2 September 2019.

Tugas liputan Wartawan MediaAceh bertujuan untuk mengkonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir Yusmadi MM terkait informasi dilapangan mengenai pekerjaan yang diduga ada beberapa proyek yang sempat menjadi viral di media sosial dan pemberitaan di media online.

Tetapi sayangnya, oknum Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Ir Yusmadi MM, terkesan menolak untuk menerima kehadiran wartawan dan menyatakan ketidaksediaannya dikonfirmasi awak media, Ungkap Mukhlisin.

Padahal wartawan sudah menunggu beberapa lama, Namun tetap sulit ditemui, Sementara sejumlah tamu lainnya terlihat keluar masuk ruang pejabat pengolah proyek itu. Bahkan, ada kesan memprioritaskan para mitranya yang bertampilan layaknya pengusaha kontruksi, Ujarnya.

Semestinya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang merupakan kuasa pengguna anggaran dapat memberikan penjelasan, bukannya malah menghindar dan bersikap anti dan tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin, Tegas Mukhlisin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..