oleh

Aktivis Mahasiswa Kritik Perjalanan FORBES 2014-2019

Banda Aceh (AD)- Forum Bersama (FORBES) merupakan institusi resmi yang menjadi salah satu wadah bagi anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh dalam membahas masalah atau aturan-aturan yang berhubungan dengan kekhususan Aceh.

“Sehingga secara otomatis, anggota DPR RI maupun DPD RI asal Aceh yang menjabat jabatan fungsionaris tersebut, akan merangkap sebagai pengurus,” ungkap Heri kepada Media Atjehday, Senin 7 Oktober 2019 di Banda Aceh.

example banner

Heri menjelaskan, perjalana Forbes Periode 2014-2019 belum terlihat, peran Forbes Aceh dalam mengawal UUPA di pemerintahan pusat juga dalam memperjuangkan isu kekhususan Aceh di level Nasional. 

“Dirinya menilai, angota Forbes periode 2014-2019 masih sangat kurang dalam kienerja, juga masih mementingkan ego dalam menjalin komunikasi antar angotanya dan juga dengan pemerintah Indonesia, baik itu eksekutif dan legislatif serta melupakan isu isu strategis tentang Aceh,”ujar mantan Sekjend BEM Unsyiah ini.

Menurutnya, gagalnya Forbes Aceh periode 2014-2019 harus menjadi pelajaran bagi seluruh anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh. “Jika saja Forbes kompak dan mau bekerja maksimal dan sungguh sungguh, maka forum ini akan menjadi sangat stategis untuk menyuarakan kepentingan Aceh kedepan,” sebut Heri.

Ia berharap, nantinya Ketua Forbes yang baru periode 2019- 2024, mampu memperjuangkan kekhususan Aceh. Pertama, mampu meningkatkan kordinasi pengurus dengan anggota supaya bisa bersatu dan bergerak secara kelembagaan Forbes dalam mengawal dan memperjuangkan kekhususan Aceh.

“Kedua, bisa menjalin komunikasi yang sangat intens dengan pemerintah Indonesia baik itu legislatif dan eksekutif guna menjaga kekhususan Aceh yang memiliki legitimasi yang kuat,” tutupnya. (Ahmad Fadil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..