oleh

Dewan Kota Ingatkan Pengelola Hotel di Banda Aceh Patuhi Aturan

Banda Aceh (AD)- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengapresiasi langkah Wali Kota Banda Aceh yang telah memanggil Manager Hermes Palace Hotel atas terjadinya kasus penangkapan narkoba beberapa waktu lalu di Hotel tersebut.

Menurutnya, pemanggilan terhadap manager atau pihak management hotel ini, adalah langkah tepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, mengingat kasus tersebut telah menjadi sorotan di masyarakat luas.

example banner

“Berdasarkan hal tersebut, kita mengingatkan kepada seluruh pengelola hotel di Banda Aceh, agar dapat menjaga dan mematuhi segala aturan yang berlaku supaya tidak terjadi lagi hal hal yang tidak kita inginkan. Karena Kota Banda Aceh ini, adalah barometer diantara 23 Kabupaten/Kota dalam penegakan syariat islam,” pinta Abdul Rafur Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai Nasdem kepada Media Atjehdaily.id, disela-sela acara pelantikan pimpinan definitif DPRK Banda Aceh, Selasa 8 Oktober 2019.

Seharusnya lanjut Rafur, pihak pengelola hotel dapat mematuhi segala aturan yang telah disebutkan di dalam perizinan yang dikeluarkan oleh Pemko Banda Aceh. Jadi, dalam menjalankan operasionalnya tetap berpegang pada kearifan lokal.

“Oleh karena itu, kita menekankan kepada pihak management hotel, apabila menerima tamu yang akan menginap agar memeriksa dengan teliti kelengkapan identitasnya seperti, KTP, Buku Nikah serta kelengkapan lainnya, agar tidak kecolongan seperti kasus yang terjadi beberapa hari lalu,” tegas Politisi Partai Nasdem ini.

Rafur juga menambahkan, akibat dari kejadian tersebut, sangat disayangkan yang menjadi sasaran adalah Wali Kota. Padahal Wali Kota sudah menekankan kepada pihak management hotel agar benar benar menjalankan fungsinya.

“Kita mengharapkan kepada pihak keamanan hotel khususnya Security, apabila ada tamu yang menginap agar intens melihat apa yang terjadi diseputarnya, juga mengecek identitas KTP tamu apa benar mereka pasangan suami istri atau bukan. Karena sangat disayangkan akibat dari kejadian ini, sangat disayangkan terpuruknya citra Aceh khususnya Kota Banda Aceh dalam menjalankan syariat islam,” tutupnya. (Ahmad Fadil)     

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..