oleh

Memperdagangkan Sisik Trenggiling, Dituntut 3 Tahun Penjara

Bireuen, (AD) – Terdakwa,Husaini SP bin Hasballah (61), Warga Gampong Pulo, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie yang didakwa memperdagangkan sisik Trenggiling, akhirnya dituntut 3 tahun penjara denda Rp 50 juta, dalam Sidang di lanjutan di Pengadilan Negeri Bireuen, Selasa (8/10).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis, Zufida Hanum, SH, MH dengan hakim anggota masing-masing, Muhktar, SH dan Muchtaruddin, mendengar tuntutan JPU yang dibacakan Agussalim Tanpubolon, SH.

example banner

Disebutkan, jika terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi, sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Oleh karenanya, kepada majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa, Husaini, SP dengan pidana penjara selama 3 tahun serta denda Rp 50 Juta, subsidair 3 bulan penjara.

Menjawab Ketua Majelis Hakim, Zufida Hanum, SH, MH, oleh terdakwa, Husaini, SP yang hadir kepersidangan tanpa didampingi penasehat hukum, menyatakan akan membuat pembelaan (peldoi) secara tertulis yang dibacakannya pada persidangan mendatang, Selasa pekan depan.

Seperti dalam dakwaan sebelumnya, terdakwa, SP Husaini, ditangkap 7 Juli 2019, sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu terdakwa berangkat dari rumahnya menumpang angkutan L300 menuju ke Kota Mini Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Selanjutnya, pukul 22.00 WIB, mengganti mobil dengan menumpang Bus Putra Pelangi Perkasa, menuju Medan, Sumatera Utara, untuk menjual kulit atau sisik trenggiling kepada Udin, sesuai pesanan sebelumnya melalui handphone. Maka, dengan membawa kulit atau sisik trenggiling yang dibungkus karung goni dalam kardus kotak air mineral.

Namun, naas baginya, karena sekitar pukul 23.45 WIB, Bus Putra Pelangi Perkasa yang ditumpangi terdakwa dihentikan dan digeledah oleh polisi dari Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh di kawasan jalan Banda Aceh–Medan, Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. (Maimun Mirdaz).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..