oleh

Camat Lost Control Dalam Mengevaluasi APBG

Bireuen, (AD) – Hampir Sebagian Camat dalam Kabupaten Bireuen mengabaikan tugas dan tanggungjawabnya, akibat kurang memahami tentang PPRI No. 43 tahun tahun 2014, menyusul lost controlnya dalam mengevaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG).

Sumber Media ini menyebutkan, Dugaan sebagian besar camat dalam mengevaluasi APBG ternyata banyak camat yang hilang kendali dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga ada kegiatan yang tercantum dalam APBG, ada yang melenceng dari sasaran.

Sebenarnya APBG yang diajukan Geuchik /Kades kepada Camat ternyata tidak dipahami para camat, ada proyek pekerjaan tersebut bernilai ratusan juta rupiah lolos begitu saja, tanpa berani mencoretnya. “Setelah rancangan peraturan desa tentang APBG ditandatangani camat, tinggal menunggu pencairan dananya dari Kabupaten,” ujar sumber tadi, yang sangat paham dana desa.

Seharusnya, camat bisa melakukan pencoretan bila diketahui, dalam APBG bila tercantum pekerjaan yang tidak dibenarkan menggunakan dana desa, seharusnya camat yang menerima amanah Bupati Bireuen harus memahami tugas dan tanggung jawabnya.

Seharusnya, jika saja mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No 43 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, tentu tidak akan terjadi lost Control. Artinya, camat bisa tahu jika begitu besar wewenangnya dalam melakukan Evaluasi APBG. Berdasarkan pasal 101 ayat (2) disebutkan rancangan peraturan desa tentang APBG sebagai mana ayat (1) disampaikan Geuchek kepada bupati/walikota melalui camat paling lambat tiga hari harus dievaluasi.

Lebih jelas kewenangan camat, tercantum dalam ayat (3) yang menyatakan, Bupati dapat mendelegasikan evaluasi rancangan peraturan desa tentang APBG kepada camat. “Bukankah memiliki wewenang untuk itu, termasuk mencoret, jika dalam evaluasi APBG ditemukan pengadaan atau pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan. “Contohnya, APBK Bireuen tahun 2016, kan pernah disampaikan DPRK Bireuen kepada Gubernur Aceh, tentang APBK Bireuen tahun lalu, yang akhirya pengdaaan mobil mewah untuk Bupati Bireuen, kan dicoret,” ungkap sumber tadi seraya menyebutkan dalam pelaksanaan dana desa didukung dengan adanya Peraturan Bupati Bireuen No 5 tahun 2019, tentang pedoman penyusunan APBG tahun anggaran 2019.

Dugaan jika sebagian dalam melaksanakan tuganya disebut lost control sewajarnya Bupati Bireuen melakukan evaluasi terhadap camat, mengingat telah mengabaikan sebagian tugas yang dibebankan padanya.

Adanya sinyalemen yang berkembang, jika camat ogah-ogahan, mengingat tidak dialokasikan dana Operasional untuk mereka, yang akhirnya berharap dari dana desa yang dana tersebut “disiasati” untuk berbagai kegiatan.

Meskipun banyak proyek yang salah sasaran, namun banyak yang luput dari perhatian Inspektorat Bireuen maupun aparat penegak hukum lainnya, Bupati Bireuen sendiri sudah menjelaskan tentang pengunaan dana desa yang tidak boleh dibangun di Asset Pemkab Bireuen. Bukan kah, ini jelas terjadi, semestinya inspektorat itu bisa melakukan pemeriksaan khusus, setidaknya reguler, karena kejadian tersebut terjadi tiap tahunnya.

Seperti terdapat di desa-desa di sejumlah kecamatan, yang pada tahun ini, terkesan hanya untuk memperindah jalan, dengan menyemen/membeton berm jalan kabupaten. Penggunaan dana desa untuk itu, sudah terjadi setiap tahun. Begitu pula pekerjaan saluran air/drainase/talud disisi jalan kabupaten. “Jadinya, Pemerintah Desa yang mengambil alih tanggungjawab Pemkab Bireuen ,” sebut sumber tadi.

Kadis Pemberdayaan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bireuen, Bos Miswar, S.STP, M Si saat dikonfirmasi media ini mengatakan, camat yang lebih mengetahui, karena camat yang lebih tahu, mengingat yang bersangkautan, yang mengevaluasi dan verifikasi serta mengawasi dana tersebut. Kenapa hal itu bisa terjadi. Camat yang lebih tahu, karena yang mengevaluasi dan mengawasi proyek-proyek yang akan dilaksanakan di desa yang ada dikecamatannya,” jelas Bob Miswar.

“Pihaknya tidak percaya, jika camat sampai tidak mengatahui jika pekerjaan yang menjadi tanggungjawab Pemkab Bireuen dengan sumber dana APBK, APBA, maupun APBN, dan yang mana yang menjadi kewenangan desa untuk mebangun dengan APBG “Sangat tidak masuk akal,” ujarnya

Padahal Bupati Bireuen telah melimpahkan sebagian wewenang kepada camat untuk evaluasi APBG serta turut mengawasi dana desa, agar tepat sasaran.”Membangun berm jalan beton di jalan kabupaten maupun saluran air dan talud yang menjadi tanggung jawab Pemkab Bireuen, sama sekali tidak dibenarkan,” tegas Bob Miswar.

Dikatakan, Padahal Bupati Bireuen, H Saifannur, S.Sos telah mengingatkan berulang kali para camat dan geuchik untuk benar-benar mamanfaatkan dana desa untuk kesejateraan warganya. Serta, tidak dibolehkan membangun jalan beton dan saluran/talud yang menjadi tanggungjawab Pemkab Bireuen.

“Di jalan kabupaten jangan mengunakan dana desa, tapi gunakan dana desa untuk kepantingan dan demi kesejahteraan warganya, seperti Pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya lagi Bob Miswar.

Beberapa camat yang ditanyai media ini, ada camat yang mengaku tidak mengetahui, jika dana desa itu tidak bisa digunakan untuk pembangunan berm jalan beton maupun saluran air/ talud di lintasan jalan kabupaten.

Ada juga camat yang berkilah, jika pihaknya tidak mendapat konfirmasi dari pelaksana tentang pekerjaan tersebut, begitu pula pekerjaan saluran, dranase maupun talud. Sehingga, adanya dugaan APBG ditandatangani hanya dievaluasi stafnya, yang kemudian tinggal ditandatangani oleh camat.

Sementara Camat Pandrah, Teguh Mandiri Putra, S.STP kepada media ini mengaku kasus seperti itu, tidak terjadi di kecamatannya. Karena, pihaknya telah mempelajari pengunaan dana desa yang mengacu kepada Perbup Bireuen dan Peraturan pemerintah.

Kepada para geuchiek, jauh-jauh hari sudah diingatkan untuk menganggarkan dana desa untuk proyek-proyek yang menjadi tanggung jawab Pemkab, atau asset Pemkab Bireuen,tidak boleh dibangun oleh desa, pungkas Teguh Mandiri Putra. (Maimun Mirdaz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..