oleh

Komisi II DPRK Banda Aceh Minta Pasar Newton Tidak Beralih Fungsi

example banner

Banda Aceh (AD)- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, melakukan kunjungan ke Pasar Newton yang berada di Batoh Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Selasa 12 November 2019.

Kunjungan Komisi II DPRK Banda Aceh ini, guna melihat langsung kondisi pasar yang sudah beralih fungsi. Dimana pasar tersebut saat ini, telah digunakan oleh Yayasan Pendidikan Tahfizh Cendekia untuk dijadikan sebagai rumah sekolah.

“Disatu sisi, kita sangat prihatin melihat sekolah yang sudah berjalan aktif dan memiliki murid hingga mencapai 300 orang. Apalagi sekolah tersebut berbasis pendidikan agama,” kata Ramza Harli, SE kepada media ini, Rabu 13 November 2019 di Banda Aceh.

Ramza mengatakan, sebenarnya kita sangat senang dan sangat mendukung adanya sekolah-sekolah yang seperti ini. Namun demikian, tidak seharusnya juga pasar tersebut dijadikan sekolah, karena fungsi pasar itu adalah untuk berjualan bagi para pedagang.

“Oleh karena itu, kita meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengembalikan fungsi pasar tersebut sesuai dengan tujuan awal dari pembangunannya,” pinta Sekretaris Komisi II ini.

Selain itu, ia juga menjelaskan, bahwa pasar sangatlah dibutuhkan oleh para pedagang dan masyarakat, untuk lokasi pasar tersebut menurut Ramza, sangatlah strategis dan letaknya tepat di depan terminal Batoh.

Menurutnya, pasar Newton ini bisa difungsikan untuk berjualan Souvenir dan berbagai kebutuhan lainnya bagi yang mau berangkat dan yang datang ke Kota Banda Aceh melalui jalan darat. Maka dikhawatirkan, penggunaan pasar yang dijadikan sekolah tersebut, dapat melanggar aturan karena telah beralih fungsi.

“Pasar Newton ini bisa difungaikan untuk berjualan Souvenir dan berbagai kebutuhan lainnya bagi yang mau berangkat dan tiba di Kota Banda Aceh melalui darat,” pungkasnya.

Berdasarkan hal tersebut, kita meminta kepada Wali Kota Banda Aceh, agar segera menyikapi persoalan ini dan jangan dibiarkan terlalu lama, sehingga nantinya akan semakin bertambah rumit dalam penyelesaiannya.

“Apalagi oleh pemilik Yayasan juga telah banyak melakukan renovasi pada bangunan pasar tersebut,” ungkap Ramza Harli dari Fraksi Partai Gerindra.

Lebih lanjut ia juga menambahkan, dalam penyelesaian dengan pihak Yayasan nantinya, kita berharap jangan sampai menelantarkan anak anak murid yang sedang bersekolah.

“Namun yang perlu menjadi perhatian kita adalah, bagaimana proses pendidikan mereka bisa terus berjalan, karena mereka semuanya adalah generasi penerus bangsa dan pembela agama,” tutup Ramza Harli. (Ahmad Fadil)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..