Pemerintah Aceh dan PT Flora Agung Bahas Potensi Investasi

oleh -2207 Dilihat

Selain itu, lanjut Azwardi, pemerintah Aceh juga mendorong pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) seperti di Ladong, Nagan Raya, Calang, Langsa, dan Lhokseumawe. Zona-zona ini difokuskan untuk sektor manufaktur, industri halal, agroindustri, dan logistik.

Pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Malahayati, Krueng Geukueh, dan Calang disiapkan untuk mendukung rantai logistik ekspor-impor, termasuk distribusi hasil pertanian dan peternakan.

“Infrastruktur dasar terus kita siapkan. Pemerintah Aceh terbuka terhadap ide dan inisiatif swasta, dan siap memfasilitasi perizinan serta membangun kemitraan lokal,” kata Azwardi.

BACA..  Investasi Rp200 Triliun Dipertanyakan, Apel Green Aceh Ajukan Permohonan Informasi Publik

Sementara itu, Direktur Utama PT Flora Agung, Ivansyah, menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi besar Aceh, khususnya dalam pembangunan industri hilir kelapa sawit.

“Aceh adalah satu-satunya provinsi di Sumatera yang belum memiliki pabrik refinery atau pengolahan CPO menjadi minyak goreng. Padahal Aceh adalah produsen sawit. Ini ironi yang harus kita ubah bersama,” ungkap Ivansyah.

Ia juga menyampaikan rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Aceh, dan berharap peletakan batu pertama dapat dilakukan dalam waktu dekat.

BACA..  Safrizal ZA Tekankan Pentingnya Kejelasan Tata Ruang dan Data Polygon

“Harapan kami, masyarakat Aceh bisa menikmati produk lokal tanpa harus bergantung dari luar daerah. Investasi ini nilainya tidak kecil, dan tentu kami butuh dukungan dari pemerintah daerah dan perbankan lokal,” ujar Ivansyah.

Menurutnya, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf telah memberi sinyal dukungan penuh terhadap rencana investasi ini. “Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, dan beliau menjamin proyek ini akan berjalan. Mudah-mudahan tahun ini bisa dimulai,” tambahnya.

PT Flora Agung merupakan perusahaan mitra pemerintah dalam distribusi minyak goreng subsidi (Minyakita), serta dipercaya Bulog dalam distribusi beras dan program ketahanan pangan di sejumlah daerah.

BACA..  Safrizal ZA Kunjungi Huntara Terdampak Bencana Angin Kencang di Aceh Utara

Ivansyah berharap peran tersebut dapat diperluas di Aceh melalui kerja sama strategis dalam pengendalian inflasi dan produksi pangan lokal.

“Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan, dengan dukungan semua pihak, kita bisa wujudkan cita-cita ini. Potensi Aceh sangat besar, tinggal bagaimana kita menyatukan langkah,” pungkas Ivansyah. (*)