Forum Suara Warga: Media Illiza-Afdhal Serap Langsung Aspirasi Masyarakat

oleh -880 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Jum’at, 30 Mei 2025, sore bakda Asar, Taman Putroe Phang menjadi saksi hidupnya kembali ruang publik sebagai wadah penyampaian aspirasi rakyat kepada pemerintah.

Di taman yang dibangun khusus oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya pada abad ke -17, ratusan warga kota dari berbagai kalangan berkumpul dengan segudang uneg-uneg.

Di depan mereka telah hadir Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, dan Wakil Ketua DPRK Musriadi Aswad.

BACA..  Tiga Perwira Polresta Diangkat Jadi Kasat di Polres Jajaran Polda Aceh

Di antara warga yang menempati tempat duduk beton bertingkat setengah lingkaran, juga terlihat Pj Sekdako Jalaluddin beserta para Kepala OPD di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Sebuah baliho berukuran sedang dengan tulisan “Forum Suara Warga” juga terpampang di lokasi. “Forum ini merupakan inisiasi kami bersama Ibu Illiza dan Bang Afdhal,” ujar Destika Gilang Sari, perwakilan Koalisi Keberagaman Kota Banda Aceh.

BACA..  ‎Pemerintah Aceh Pastikan Penanganan Korban KMP Aceh Hebat 2 Jadi Prior‎itas

“Melalui forum ini, masyarakat bisa bertemu dengan pemimpin kota untuk menyuarakan aspirasi dan berbagi dengan pemko, agar persoalan kota bisa diatasi dengan baik,” kata Gilang.

Pihaknya meyakini, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, segala persoalan kota bisa diselesaikan. Mulai soal pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, bisa disampaikan masyarakat langsung kepada pemimpinnya.

Berada di Taman Putroe Phang di tengah-tengah masyarakat, mengingatkan Illiza pada periode pemerintahannya terdahulu.

BACA..  ‎Pemerintah Aceh Pastikan Penanganan Korban KMP Aceh Hebat 2 Jadi Prior‎itas

“Ini momen flashback, dulu setiap pekan di sini kita gelar festival seni budaya rutin. Dan hari ini, mulai lagi berkumpul dengan suasana berbeda untuk mendengar suara warga,” ujar Illiza membuka pembicaraan.

Ia berharap, Forum Suara Warga dapat digelar reguler dengan menghadirkan lintas komunitas secara bergilir, untuk menyampaikan aspirasi dengan leluasa di ruang terbuka dan insyaallah bisa berkontribusi untuk memajukan Banda Aceh.