Tradisi Sepuluh Muharam dan Bubur Asyura Masih di Pertahankan

oleh -272 Dilihat

Pidie Jaya (AD) Tradisi yang hingga kini masih di pertahankan di bumi serambi Mekah saat bertepatan Sepuluh (10) Muharam dengan sunah puasa Asyura dibarengi dengan memasak bubur.

Bubur Asyura ini memang sangat khas dengan bahan utama semua jenis kacang kacangan. Racikan setiap daerah untuk bumbu tambahan tentu di sesuaikan dengan kebiasaan dan selera.

Keunikan lain nya yang memasak bubur yang dibagikan satu Gampong (Desa) dilakukan oleh kaum hawa seperti pemandangan pagi 10 Muharam 1443 Hijriah di Gampong Manyang Cut, Simpang Tiga Meuredu, Kecamatan Pidie Jaya.

Sejak pukul 8 pagi para wanita sebagian besar paruh baya hadir di meunasah Blang Meuredu sesuai janji untuk bersama sama meracik bahan di jadikan bubur.

Ketua majelis taklim gampong Manyang Cut Nurhayati Kamis 19 Agustus 2021 mengungkapkan tradisi memasak bubur Asyura ini tetap di pertahankan dan warga sangat antusias sebagai menu utama berbuka puasa 10 Muharam.”Ada dua belanga besar ukuran 50 kilogram di siapkan hari ini,“ ujar Nurhayati.

Meski dengan tenaga yang tidak dikatakan muda lagi namun semangat dan kekompakan para wanita paruh baya ini sangat tinggi. Para ibu ini seakan memiliki peran masing-masing sehingga dalam waktu dua jam bubur Asyura siap dibagikan ke warga, pungkasnya Cut Nurhayati. (Teuku Maimun)