Di pilihnya Desa Ponggok tidak terlepas dengan keberhasilan desa tersebut dalam melakukan berbagai inovasi membawa perubahan dari desa termiskin di Jawa Tengah menjadi desa yang maju, mandiri dengan income pendapatan desa tertinggi di provinsi tersebut.
Bahkan melalui usaha BUMDes telah mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu destinasi wisata air yang di kunjungi ribuan orang. Kalau di lihat dari potensi dan geografis, Ponggok tidak jauh berbeda dengan desa yang ada di Aceh, terutama sektor pertanian dengan hamparan persawahan dan kebun milik masyarakat. “Akan tetapi potensi sumber mata air bisa merobah wajah Ponggok dalam menggerakkan sektor wisata, perikanan dan pertanian,” pungkas Khalid Wardana yang juga Keuchik Tumbo Baro.
Rombongan dari Kuta Malaka di pimpin oleh ketua APDESI/Forum Keuchik H Khalid Wardana SAg MSi, ikut serta dalam rombongan Camat Kuta Malaka Irda Junaidi SE MM, Kasi PMD Faisal, para keuchik, ketua BUMG dan aparatur gampong. (ril)










