“Mohon maaf semuanya atas segala khilaf dan salah. Semoga silaturahmi yang telah terjalin dengan baik akan tetap terjaga di manapun kita berada,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko menyampaikan, pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dalam suatu organisasi. Hal ini dimaksudkan dalam rangka pemeliharaan keselarasan dan kesinambungan dalam pengelolaan dinamika organisasi, juga bagian integral dalam memantapkan tatanan manajerial sumber daya manusia (SDM) Polri.
Menurutnya, hal tersebut juga jadi program prioritas pimpinan Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam upaya memantapkan SDM Polri sesuai dengan meritokrasi dan kompetensi yang ada.
“Jajaran Polda Aceh patut berbangga karena sebelumnya telah dipimpin oleh Irjen Ahmad Haydar, yang telah terbukti berhasil dalam memelihara kondusifitas keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Aceh, serta mampu meningkatkan citra kepolisian daerah Aceh menjadi Polri yang presisi dan dicintai oleh masyarakat. Hal tersebut juga bukti eksistensinya sebagai pemegang komando tertinggi dalam rangka harkamtibmas di Aceh,” kata Achmad Kartiko.
“Pengabdian dan pengorbanan Irjen (Purn) Ahmad Haydar kepada Polda Aceh tentunya patut kita apresiasi dan teladani. Banyak hal semasa kepemimpinannya dapat kita petik sebagai pembelajaran, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19, peningkatan capaian vaksinasi, penanganan PPKM, serta tugas berat lainnya,” katanya lagi.
Atas nama pimpinan dan seluruh personel Polda Aceh, Achmad Kartiko juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Irjen (Purn) Ahmad Haydar, atas pengabdian selama kurun waktu 2 tahun 2 bulan, sehingga Polda Aceh meraih prestasi dan mampu menciptakan rasa aman serta meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri khususnya Polda Aceh.
“Semua yang ditinggalkan, semoga akan menjadi motivasi dan dorongan bagi kita untuk meningkatkan kinerja kesatuan yang dapat kita awali dengan membangun soliditas dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menuju Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan,” pungkas Achmad Kartiko.
Setelah upacara farewell parade, dilanjutkan dengan pelepasan Irjen Achmad Haydar beserta ibu oleh Kapolda baru beserta seluruh pejabat utama dan bhayangkari. Saat pelepasan juga diiringi tradisi pedang pora. (*)











