Banda Aceh (AD)- Kota Banda Aceh menyimpan cerita pilu sekaligus inspiratif dari peristiwa tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004.
Salah satu saksi bisu tragedi tersebut adalah Kapal Apung Lampulo, sebuah kapal yang terbawa gelombang besar dan terdampar di atas rumah penduduk.
Kini, kapal apung ini menjadi monumen kenangan yang mengingatkan kita pada kekuatan alam dan ketabahan manusia.
Sejarah Kapal Apung Lampulo
Saat tsunami melanda, kapal ini terseret sejauh beberapa kilometer dari laut dan berhenti di kawasan Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam.
Meskipun peristiwa tersebut membawa duka mendalam, kapal ini juga menjadi tempat berlindung bagi 59 orang yang selamat dari gelombang tsunami.
Makna Simbolis Kapal Apung
Kapal Apung Lampulo tidak hanya menjadi saksi tragedi, tetapi juga simbol harapan dan keberanian.
Kisah 59 orang yang selamat di atas kapal ini menggambarkan semangat hidup di tengah bencana.
Kini, kapal ini menjadi situs bersejarah yang mengajarkan pentingnya kewaspadaan dan persatuan.
Deskripsi Lokasi dan Kondisi
Kapal ini berada di kawasan perumahan padat penduduk, menciptakan kontras yang menarik antara sejarah dan kehidupan sehari-hari.











