Presiden Minta Pengentasan Kemiskinan Terkonsolidasi, Terintegrasi, dan Tepat Sasaran

oleh -662 Dilihat
presiden, indonesia, jokowi
Presiden Minta Pengentasan Kemiskinan Terkonsolidasi, Terintegrasi, dan Tepat Sasaran

Jakarta (AD) – Presiden Jokowi didampingi Wapres dan Seskab saat memasuki ruang Rapat Terbatas, Rabu (4/3), di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta strategi percepatan pengentasan kemiskinan betul-betul terkonsolidasi, terintegrasi, dan tepat sasaran, sehingga siapa yang melakukan apa harus jelas.

”Kita tahu merujuk dari data BPS kita telah berhasil menurunkan angka kemiskinan yang pada 2015 di angka 11,22% menjadi 9,22% di September 2019.

Baca Juga :

Bupati Gayo Lues Dan Kapolda Aceh Musnahkan Ladang Ganja Di Puncak Agusen

Cuaca Panas, Tak Pengaruhi Mental Personel Kodim 0104/Atim Laksanakan Pra TMMD Ke-107

Angka di bawah 10 persen ini adalah capaian yang sangat baik, namun pekerjaan besar kita belum selesai dalam rangka menurunkan angka kemiskinan kita,” tutur Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (ratas) tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan,Rabu (4/3) di kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Presiden, masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan karena itu perlu bekerja lebih fokus lagi untuk menyasar penduduk yang sangat miskin.

Berdasarkan standar angka kemiskinan internasional yang digunakan oleh Bank Dunia, sambung Presiden, jumlah penduduk sangat miskin saat ini sebanyak 9,9 juta jiwa atau 3,371 dari jumlah penduduk Indonesia. ”Oleh sebab itu kita bisa fokus menangani terlebih dahulu yang 9,91 jiwa ini.

Karena itu data tentang siapa dan dimana warga kita ini harus betul-betul akurat, sehingga program bisa disasarkan tepat pada kelompok sasaran yang kita inginkan. Dan kita harapkan nanti di 2024, untuk kemiskinan ekstrem ini bisa kita berada pada posisi 0 (nol),” tuturnya.