Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

oleh -1261 Dilihat

Keberhasilan Azam Falah tembus kuliah di salah satu universitas unggulan di Rusia ini diraihnya setelah melewati serangkaian proses seleksi yang ketat dan kompetitif secara nasional.

Azam menceritakan, bahwa proses pertama dalam seleksi kuliah ke Rusia dimulai dari seleksi administrasi melalui jalur daring. Peserta diwajibkan mengunggah berkas-berkas ke situs resmi yang disediakan oleh pihak penyelenggara.

“Berkas-berkasnya kalau yang belum lulus SMA itu kita diwajibkan untuk mengirim berkas rapor semester 5 lima, ada surat pernyataan yang sudah tersedia, termasuk menyiapkan KTP,” ungkap Azam.

BACA..  Kementan Siapkan 2,5 Triliun, Pesan Mualem: Maksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

Setelah berkas diverifikasi dan dinyatakan lulus seleksi awal, peserta harus melalui tahap paling krusial, yaitu wawancara.

“Wawancara adalah tahapan yang paling menentukan karena bobotnya mencapai 80 persen dari keseluruhan penilaian,” ujarnya.

Wawancara, kata Azam, dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, dan menjadi penyaring utama dalam seleksi. Di mana, dari sekitar 3.000 peserta yang lolos seleksi berkas, hanya 250 orang yang berhasil melewati tahap wawancara.

BACA..  Pemerintah Aceh Desak BNPB Merekonstruksi Empat Jembatan Gantung 

“Banyak yang gugur di tahap ini karena tidak siap secara komunikasi. Jadi kemampuan bahasa Inggris benar-benar menjadi kunci,” tambah Azam.

Usai tahap wawancara, peserta memasuki tahap penempatan kampus. Ada enam universitas terkemuka di Rusia yang menjadi pilihan. Azam sejak awal memilih Saint Petersburg Mining University, yaitu universitas teknik pertambangan tertua di Rusia yang didirikan pada masa Ratu Catherine II.

BACA..  Aceh Masuki Fase Rehab-Rekon, Mendagri Tekankan Pentingnya Publikasi

“Dari Indonesia, yang diterima di kampus dan jurusan yang sama dengan saya hanya dua orang,” katanya.

Pencapaian Azam ini turut diapresiasi oleh Mualem, yang secara tegas mendukung terhadap program pendidikan putra-putri Aceh ke luar negeri. (*)