Baca Juga :
Hasil Piala FA: Tottenham Disingkirkan Norwich Via Adu Penalti
Pada awalnya kegiatan ini diikuti oleh 5 orang (Juli 2019) dan terus bertambah setelah dilaksanakan selama 33 minggu menjadi 10 orang (Februari 2020) dengan tim Community Development Officer Pertamina EP bekerjasama dengan CARE LPPM IPB sebagai pengajar. Peserta kegiatan baca tulis juga tidak terbatas untuk mitra binaan, melainkan juga untuk seluruh warga di Desa Jumbleng yang memang ingin bebas dari buta huruf.
Bobot materi yang disampaikan juga disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Materi pertama yang diberikan adalah pengenalan bentuk-bentuk huruf kapital. Daya ingat peserta kegiatan baca tulis juga terus diberikan impuls dengan memberikan kegiatan motorik pekerjaan rumah (PR) untuk menulis setiap huruf yang baru selesai diajarkan sebanyak satu halaman penuh. Peningkatan kemampuan peserta kegiatan juga didukung secara nutrisi dengan pemberian susu UHT untuk peserta dalam meningkatkan kemampuan dalam penerimaan materi.
Baca Juga :
Lagi, Partai Napoli vs Inter Milan Resmi Ditunda Akibat Merebaknya Virus Corona
Prediksi Derby County vs Manchester United: Reuni Wayne Rooney
Upaya-upaya tersebut kian menunjukan hasil yang cukup signifikan. Peserta kegiatan baca tulis yang mulanya tidak mengetahui satu pun bentuk alfabet, kini sudah dapat mengenali bahkan beberapa sudah dapat merangkai huruf dan menulis namanya sendiri. Selain itu, peserta kini sudah mampu menebak huruf pertama atau pun huruf terakhir saat diberikan pertanyaan berupa gambar yang harus diterjemahkan menjadi kata.
R. Erry Ridwan selaku Jatibarang Legal & Relation Ast. Manager mengungkapkan bahwa program baca tulis ini, menjadi bukti bahwa Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat. “Kami turut membantu menjawab permasalahan yang dihadapi dengan tetap mengedepankan potensi yang ada di lingkungan.
Penerima manfaat bagi program-program dimaksud juga selalu mengutamakan kelompok rentan dan tidak mendiskriminasi kelompok atau golongan tertentu.”, pungkasnya. (Syawaluddin/Turjasari/Red/Rls)










