Dan ketika ditanyai Ros selaku Kabid berbelit belit dengan alasan baru menjabat dan tidak berani menjelaskan tentang penggunaan anggaran kegiatan.
Pada saat berbincang tiba-tiba muncul M. Zein di ruangan Kabid Roe dan dengan nada tinggi mengatakan, “kalian mau apa nanya anggaran, mau investigasi kami kemari?, macam penyidik saja kalian,” sebut H. M. Zen.
Padahal jurnalis hanya ingin menanyakan berapa anggaran kegiatan dan berapa uang saku peserta demi untuk pemberitaan yang akurat malah dijawab “kalian apa tidak tahu saya?,” dengan nada tinggi.
Ketika ditanya tentang penggunaan anggaran pelatihan dan berapa jumlah uang saku peserta demi untuk pemberitaan yang akurat, M. Zen menjawab secara singkat “anggaran Otsus Rp.663 juta rupiah,” sambil meninggalkan ruangan.
Selanjutnya menyerahkan pada Kabid Ros untuk menjawab pertanyaan media. Namun salah satu Kabid yang bernama Ros tidak mau menjawab berapa uang saku peserta dan beralasan dirinya mau Finger Print dan meninggalkan media di ruangan begitu saja.
Disisi lain pada Sabtu, 26 Juni 2021, Media Aceh turun ke lapangan ingin pembuktian tentang kegiatan pelatihan sejumlah SMKN yang ada di Aceh Tamiang.
Ada empat sekolah SMKN yang digunakan untuk pelatihan yaitu sekolah SMKN 2 Karang Baru, SMKN1, Kualasimpang SMKN 1 Karang Baru, SMKN Bendahara, dengan instrukturnya atau pematerinya memakai satu orang guru di masing masing sekolah yang digunakan untuk pelatihan.
Pantauan media di lokasi pelaksanaan proyek otsus ‘latih-latih’ itu, terdapat empat jurusan pelatihan diantaranya pelatihan Komputer, sepeda motor, service handphone, Barista (peracikan kopi) yang diikuti 136 orang peserta dari berbagai Desa di Aceh Tamiang yang jumlah personiilnya masih di keraguan. Selanjutya silahkan pembaca menyimpulkan!!!,[Zulherman]











