Secara teknis, lanjutnya, teknologi Ruspin merupakan pengembangan dari sistem RISHA dengan metode sambungan yang lebih sederhana. Struktur bangunan menggunakan panel beton pracetak, sehingga lebih ekonomis, praktis, fleksibel, serta memiliki ketahanan yang baik.
Model ini dinilai efektif diterapkan dalam situasi pascabencana guna menjawab kebutuhan hunian permanen dalam waktu relatif cepat.
Pembangunan huntap tersebut menjadi wujud nyata kehadiran dan kepedulian Polri terhadap masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir besar. Diharapkan, hunian tetap ini mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepastian tempat tinggal bagi warga yang sebelumnya kehilangan rumah akibat bencana.
Polri menegaskan akan terus mengawal proses pembangunan hingga seluruh unit selesai dan dapat segera ditempati oleh masyarakat penerima manfaat, sebagai bagian dari komitmen pemulihan yang berkelanjutan. (*)











