Banda Aceh (AD)- Natural Aceh kembali mengadakan Webinar kebencanaan dengan tema Banjir: Evakuasi dan Strategi Menghadapinya dengan mengadirkan Fadhil, S.Sos, MM selaku staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Kota Banda Aceh yang juga mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Banda Aceh, Senin 11 Mei 2020.
Dalam paparan yang diikuti 41 peserta tersebut, Fadhil mengatakan, bahwa sebagai salah satu Kota rawan bencana di indonesia, Pemerintah Kota Banda Aceh tidak tinggal diam, dalam hal mitigasi bencana.
“Bahkan mempunyai Rencana Penanggulangan Bencana (Blue Print) strategi dan upaya yang sistematis dan terencana untuk memperkuat sarana prasarana (struktural) maupun kesiapsiagaan masyarakat, kepedulian dan kepahamanan (non formal),” ungkap Fadhil.
Selain itu, ia juga mengatakan, beberapa penyebab banjir di Banda Aceh adalah: 1. Daratan Banda Aceh yang dibawah permukaan air (0,8 km) lebih rendah dari laut, 2. Debit hujan/curah hujan ekstrem, 3. Suplai air di hulu besar sekali, 4. Pasang purnama dari laut, 5. Sikap masyarakat dalam menjaga lingkungan, 6. Rencana tata ruang kota dan regulasi Pemerintah kota yang tidak diindahkan oleh masyarakat dan dunia usaha.
“Dengan keadaan sekarang, 12 jam saja hujan berturut-turut, Banda Aceh akan tergenang. Namun akan terjadi penyurutan jika drainase normal dan tidak tersumbat, apalagi jika hujan dua hari berturut-turut,” pungkas mantan Kalaksa BPBD Banda Aceh.
Sementara itu, Tia Sasmita Sari, selaku Panitia dan Program Manager Natural Aceh bidang Kebencanan inklusi mengatakan, bahwa webinar ini diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tanggung jawab bersama diperlukan untuk mengatasi banjir dimasa mendatang untuk membangun mitigasi yang tangguh.
Selain melakukan webinar, Divisin kebencanaan Natural Aceh juga akan melakukan assesment ke posko-posko pengungsian di beberapa titik untuk mengumpulkan data awal dan kebutuhan masyarakat serta jenis intervensi yang dilakukan.
“Kami masih melihat bantuan hanya fokus pada lokasi tertentu dan jenis yang sama” Ujar Dinni Syafira Mahmudi yang turut melakukan assesment di beberapa titik di Aceh Besar.
Disisi lain, di Gampong Ujung Pandan, Kabupaten Aceh Selatan, tim berbeda yang dipimpin Risma Erita selaku Junior Program Manager Natural Aceh melakukan distribusi bantuan sembako kepada puluhan perempuan terdampak Covid -19 sembari melakukan penyuluhan mitigasi (cuci tangan yang benar dan penggunaan masker). (AF/R)











