Sementara itu, Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengakui kiprah dan peran diaspora Aceh di berbagai nusantara bahkan negara. Ia mengatakan, kemerdekaan Indonesia pun tidak terlepas dari peran figur-figur dari Aceh.
Pria yang akrab disapa JK itu, juga mengapresiasi kehadiran buku “Diaspora Aceh Melintas Jagad.” Buku yang menceritakan kiprah dan kehebatan tokoh Aceh baik di skala nasional maupun internasional itu dapat menjadi inspirasi bagi generasi saat ini dan yang akan datang. “Sebagai buku, ini menjadi inspirasi. kita tak perlu berbangga dengan masa lalu. Tapi sejarah masa lalu itu harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berinovasi dan berkarya,” kata JK.
JK juga menilai kondisi Aceh sat ini jauh lebih aman dan baik. Di segi ekonomi pun, Aceh terus berjuang dan membangun untuk lebih baik lagi. Ia berharap diaspora Aceh yang telah hebat di berbagai tempat dapat ikut berpikir dan berkontribusi untuk kemajuan Aceh yang telah mengakhir masa konflik sejak 15 tahun lalu. “Spirit tokoh Aceh harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih maju. Ini adalah sifat yang tak dapat dibeli, tapi harus ditumbuhkan di jiwa,” ujar JK dalam acara bedah buku kisah kesuksesan tersebut.
Halal bi halal diaspora Aceh di seluruh dunia tersebut tersebut juga diisi dengan dialog. Dialog dilakukan bersama Wali Nanggroe Malek Mahmud Alhaytar, Menteri Agama 2019-2020, Jend. Purn. Fachrul Razy, Sekjen DPR Indra Iskandar, Dirjen Depdagri, Pj. Gubernur Kalsel, Dr. Safrizal ZA, MSi., Dubes Teuku Faizasyah, Dubes Teuku Hamzah Thayeb, Politisi A. Farhan Hamid, Budayawan Fikar W Eda, Peternak Sukses Selandia Baru, Dr.Reza Abdul Jabar, Pelukis, Prof. AD Pirous, Dekan Fak. Psikologi UI, Dr. Rifameutia Umar Ali, Aktifis Perempuan Debra Yatim, Artis dan Pemeran Cut Nyak Dhien, Christine Hakim, Founder Kuliner, Atjeh Conections, Amir Faisal, Pengusaha Joefly J. Bahroeny, Politisi senior Ferry Mursyidan Baldan.
Kemudian ada Ketua Forbes DPR/DPD RI M. Nasir Jamil, Kepala BPPT, Dr. Hammam Riza Yusuf, Gubernur Senior, anggota DPDRI, Dr. Abdullah Puteh, Gubernur Senior, dr. Zaini Abdullah, Indonesia Representative for ADB, Said Zaidansyah, Ulama, Founder Yayasan Qalbun Salim, Dr. Tgk. Rusli Hasbi. [rp]











