Herman RN, Pegiat Literasi membahas tentang Literasi Digital yang muncul sejak ditemukan komputer dan internet, di era revolusi industri 4.0 Literasi Digital berada dalam saku celana, kantong baju, dan di jari kita.
Dalam kenyataan saat ini, masyarakat Indonesia lebih senang mencari informasi melalui internet, anak usia dini sudah belajar dengan smartphone, rentanya plagiat, pornografi, fitnah, hoax yang sudah menjamur.
Orang tua sangat berperan penting dalam menyikapi hal ini, dan orang tua harus paham dengan dunia digital agar dapat membimbing, mengarahkan dan membudayakan internet sebagai media yang positif. H.Mukhlis, SH Direktur PT. Takabeya Perkasa Group mengajak kita menjadi untuk merubah mindset konsumtif menjadi produktif.
Beberapa gejala transformasi digital yaitu toko konvensional menjadi marketplace, transportasi dan pendidikan melalui online dan lain sebagainya. Internet bisa menjadi ladang rejeki diantaranya jika senang bermain di media sosial, bisa membangun self branding sehingga bisa menjadi influencer atau endorser.
Kembangkan diri Anda dengan menyesuaikan passion, keahlian dan belajar lebih dalam tentang literasi digital. Webinar di akhiri sharing session oleh Key Opinion Leader yang dipaparkan oleh Annisa Andarini seorang influencer dan Teacher yang memberikan penjelasan bahwa setiap orang mempunyai hak cipta dalam setiap karyanya.
Apabila kita posting sebuah isu, atau infomarsi maka kita wajib mencantumkan nama pencipta dan atau narasumbernya.




