“Selain itu, kita juga akan berbelanja baju lebaran bersama para anak yatim. Rencana awal, ada 300 orang yang akan kita ajak berbelanja, namun kini terus bertambah. Jumlahnya saya belum update celengan yatim yang sedang dikumpulkan oleh pegawai Pemko Banda Aceh,” ujar Illiza.
Ia pun mengharapkan gerakan celengan yatim dapat semakin meningkat pada tahun depan. “Kita akan buat celengan yatim di seluruh kantor dan 90 gampong. Celengan ini akan kita buka pada 15 Ramadan tahun depan untuk membahagiakan para anak yatim,” ungkap Illiza.
Dirinya juga akan menyurati semua lembaga termasuk non government organization (NGO) untuk ikut berpartisipasi. Illiza turut mendorong pengalokasian dana Pokir dewan untuk disalurkan tepat pada Hari Yatim.
“Mudah-mudahan, dengan lebih banyak pihak yang terlibat, berkolaborasi bersama, maka akan lebih banyak anak yatim yang bisa kita bantu. Bukan hanya di Banda Aceh, tapi juga di luar daerah,” tuturnya.
Terakhir wali kota mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur pelaksanaan Hari Yatim 2025. “Ramadan adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperbanyak amal kebajikan, salah satunya dengan menyantuni anak yatim.”
“Barang siapa yang mengusap kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap helai rambut yang disentuh tangannya,” kata Illiza mengutip salah satu hadis nabi mengenai keutamaan menyayangi anak yatim.
Sembari menunggu waktu berbuka puasa, acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Khairul Rafiqi, sekaligus memimpin doa bersama.
Di antara tamu undangan terlihat Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Irwansyah, unsur Forkopimda, anggota DPRA Ilmiza Sa’aduddin Djamal, Pj Sekdako Bachtiar, dan para pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh. (*)











