Peringati Hari MoU Helsinky GAM-RI ke- 14, Kombatan GAM Bate iliek Gelar Doa Bersama

oleh -441 Dilihat
KPA/PA Bate Iliek gelar doa bersama dalam rangka memperingati 14 tahun MoU Helsinky GAM-RI . Foto: Iqbal.

Bireuen (ACD) – Jajaran Komite Peralihan Aceh(KPA) kembali memperingati Mou Helsingki GAM-RI yang Ke 14 (15 Agustus 2005-15 Agustus 2019), di kantor KPA/PA Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, Kamis, 15 Agustus 2019.

Dalam agenda Refleksi 14 tahun Mou Helsingki RI-GAM ini turut hadir Rusdy Mukhtar S.Sos, Ketua Fraksi PA DPRK Bireuen, Jafaruddin Hasan (Nek Tu) Panglima KPA Daerah III, Tokoh GAM,Tgk Zakaria(Alehba), Tgk Amat Sabon, Tgk Anwar membaca doa dari unsur Majelis Ulama Aceh(MUNA) Kecamatan Peusangan,Tgk Rais Mustafa anggota DPRK Bireuen dari PA lainnya Peusangan Dapil II Daerah Wilayah.

Panitia Pelaksana Zahri, kepada media Atjeh Dayli.Com, mengatakan harga perang mahal, akan tetapi harga damai jauh lebih mahal. Melalui momentum Refleksi ke 14 Mou Helsingki ini, Zahri mengajak perkuat kekompakan dan persatuan eks Combatan GAM/KPA.

Sambung Zahri, sembari mendoakan kepada para syuhada yang telah syahid dalam pertempuran semasa perang dalu.

“Momentum ini juga sekaligus kita mengingat dan mendoakan kepada para syuhada kita yang telah terlebuh dahulu berpulang Kerahmatuallah saat Aceh belum damai(Masa Konflik Aceh GAM-RI), semoga para saudara kita Arwah/Alm bisa bisa ditempatkan dalam lindungan Allah Swt,” demikian pinta Zahri.

Ungkapan serupa juga diutarakan oleh Rusdy Mukhtar. S.Sos(Ceulangiek), menurut dia pasca perdamaian GAM-RI semua kombatan GAM kembali kepada masyarakat melalui Reintergrasi dan berjuang melalui transformasi politik partai lokal (Parlok).

Rusdy berpendapat, momentum MoU Helsingki, telah membawa Hikmah paling bersejarah di Aceh, setelah 30 tahun konflik bersenjata disepakati secara damai, banyak mamfaat untuk seluruh rakyat Aceh. Dengan bersatunya para eks kombatan GAM melalui Partai Lokal di Aceh.

“Alhamdulillah kita di Dewan Perwakilan Rakyat Bireuen pada Momentum ke 14 Mou Helsingki ini, sudah berupaya melakukan pengalokasian anggaran APBK 2019 tahun ini Rp.10.000.000(Sepuluh Juta) bagi seluruh Kecamatan yang ada di kabupaten Bireuen, yaitu 17 kecamatan mendapat alokasi tetsebut untuk menyambut peringatan Hari bersejarah ini,” Kata Rusdy.

Rusdy juga berharap agar semua masyarakat dan pemerintah dapat memperingati momentum ini, karena hal ini sangat dibutuhkan oleh generasi kedepan terkait hasil perjuangan dalam mewujudkan kedaulatan Aceh dan masyarakatnya.

” Momentum ini bukan semata jadi tanggungjawab pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab bersama untuk memperingatinya dan mengingatkannya,” demikian pesan Rusdy Mukhtar.

Rusdy, juga membocorkan informasi terbaru bahwa kedepan akan diusulkan lahirnya qanun sebagai payung hukum dalam hal memperingati hari MoU tersebut kepada Pemerintah Aceh.

“Kita berharap kedepan lahirnya qanun yang mengatur tentang momentum ini sehingga menjadi agenda tahun rutin bagi Pemerintah dan Masyarakat Aceh,” demikian tutup Rusdy. (Iqbal)