Bireuen (AD)- Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Ketahanan Pangan Kabupaten Bireuen, Hasnawi Ilyas, atau yang akrab disapa Awi Juli, mengungkapkan kekhawatirannya terkait ekspansi kebun kelapa sawit yang semakin meluas di wilayah Kabupaten Bireuen.
Menurut Awi Juli, alih fungsi lahan pertanian menjadi kebun sawit telah mengancam ketahanan pangan lokal dan merusak lingkungan.
“Alih fungsi lahan ini jelas berdampak buruk bagi ketahanan pangan kita. Sebagian besar lahan yang sebelumnya digunakan untuk pertanian pangan kini telah dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Ini tidak hanya mengurangi pasokan pangan, tetapi juga merusak keseimbangan lingkungan kita,” kata Awi Juli, dalam rilisnya, Minggu, 16 Maret 2025.
Sebagai Ketua Satgassus, Awi Juli menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pangan harus menjadi prioritas utama. Ia mendesak pemerintah Kabupaten Bireuen untuk berani menindak tegas praktik pembelian lahan yang dilakukan oleh perusahaan sawit melalui camat dan kepala desa (keuchik).
“Praktik mafia tanah yang melibatkan camat dan keuchik dalam pembelian lahan untuk kebun sawit harus dihentikan. Pemerintah harus punya keberanian untuk bertindak, mengembalikan fungsi lahan untuk kepentingan pangan, bukan untuk memperluas perkebunan yang justru merusak ekosistem dan mengancam ketahanan pangan masyarakat,” tambahnya dengan tegas.
Awi Juli juga menyoroti bahwa alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit di Kabupaten Bireuen telah merugikan masyarakat setempat. Banyak petani yang kehilangan lahan untuk bertani, sementara perusahaan sawit semakin memperluas wilayahnya.










