Aceh Utara (AD) – Sebanyak 73 Gampong di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek). Bimtek tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Pelatihan Manajemen (LKPM) Indonesia.
Ketua LKPM Indonesia Abdullah Roni melalui Muhammad Sabri,S.Kom Bendahara LKPM Indonesia saat dikonfirmasi oleh media lewat seluler, Kamis 16 Juli 2020 mengatakan Bimtek yang diadakan di Banda Aceh ini untuk aparatur desa, jumlah peserta Bimtek terdiri dari Kaur Pemerintah dan Kaur Pembangunan sebanyak 146 orang yang dilaksanakan di Hotel Grand Arabia dan Hotel Mekkah, Banda Aceh, acara dimulai dari tanggal 13 sampai 16 Juli 2020.

“Mereka masih bingung menentukan apa yang harus dilakukan ke depannya dalam Masa New Normal Pandemi ini. Karena itu kita hadir untuk mereka, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) mereka sebelumnya. Di sini kita bertindak sebagai panitia,” ujar Sabri.
Dikatakan, dalam bimtek ini panitia menghadirkan pemateri, mulai dari Kementerian Desa, pihak Kecamatan Baitussalam, pihak Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dan panitia lokal. “Fokusnya prioritas penggunaan Dana Desa 2020 berdasarkan Permendes PDTT Nomor 11 tahun 2019,” sebut Sabri.
Lanjutnya, pihaknya mengambil contoh dan acuannya dari Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Mereka memiliki 11 unit BUMG yang sudah maju di tingkat Nasional dan mendapat penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.
Menurut Sabri, penyelenggaraan bimtek dilakukan sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan selama masa New Normal Pandemi Covid-19. “Setiap peserta yang hendak masuk ruangan harus cuci tangan, diperiksa suhu tubuh dan diharuskan memakai masker yang kita bagikan di tempat. Untuk jarak duduk juga sesuai dengan protokol New Normal,” terangnya.
Ketua Forum Geuchik Kecamatan Lhoksukon, Irwandi melalui Sekretaris Forum Geuchik Lhoksukon Mawardi Nurdin, S.Sos,.M.A.P mengatakan kegiatan yang kita lakukan ini hasil dari Musrenbang Gampong dan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) dan Bimtek yang kita ikuti ini hasil dari kesepakatan Geuchik Geuchik se Kecamatan Lhoksukon yang dituangkan dalam APBG masing-masing Gampong.
“Yang tertuang dalam APBG setiap Gampong ada empat item, Pertama Bimtek, Kedua Pandangan Hukum, Ketiga Aplikasi Simdes, dan Keempat Peningkatan Kapasitas Aparatur Gampong,” sebut Mawardi.
Khusus untuk kegiatan Bimtek dan ini sesuai dengan peraturan Bupati Aceh Utara untuk tahun 2020, kegiatan Bimtek harus diselenggarakan didalam daerah atau di Aceh. Nah, mengacu kepada peraturan Bupati tersebut maka Kecamatan Lhoksukon khususnya melaksanakan kegiatan Bimtek di Banda Aceh, sebut Mawardi.
“Pelaksanaannya Bimtek ada dua gelombang, gelombang pertama untuk Kaur Pembangunan dan Pemerintahan, sedangkan gelombang kedua keuchik dan Ketua Tuha Peut, insyaallah setelah Idul Adha dilaksanakan, dengan jumah peserta masing-masing desa empat orang.” katanya Sekretaris Forum Geuchik Lhoksukon.
Perlu kami garis bawahi yang melaksanakan Bimtek tersebut bukan forum, tetapi ada lembaga pelaksana yang punya legalitas dalam melaksanakan Bimtek tersebut, ujarnya.
Mawardi menambahkan, dalam kegiatan Bimtek ini tidak ada paksaan dari pihak manapun dan ini murni hasil Musrenbang Gampong, tujuan Bimtek tersebut untuk meningkatkan SDM aparatur Gampong.
Harapan forum Geuchik Lhoksukon dengan pelaksanaan Bimtek ini agar sumber daya manusia aparatur Gampong lebih bisa ditingkatkan, lebih mengerti tentang Gampong, lebih mengerti tentang pengelolaan dana desa, ujarnya.
Hal yang sama juga dilontarkan oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Kecamatan Lhoksukon Samsul Bahri,S.Sos saat ditemui oleh media, dirinya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek tersebut merupakan hasil dari Musrenbang Gampong yang dituangkan dalam APBG di setiap Gampong yang ada di Lhoksukon.
Lanjutnya, setiap peserta akan dibekali dengan kebutuhan seperti ATK, Baju, Tas, Snack, makan siang dan Uang saku.
Pihak Kecamatan mengharapkan bagi peserta Bimtek agar dengan ada Bimtek ini ada suatu perubahan dan ada juga ilmu yang bertambah. Apalagi seperti sekarang ini kita merasa terdampak nya virus pandemi Covid-19 ini dengan adanya Bimtek ini mudah mudahan ada bertambahnya ilmu, pungkasnya Samsul.(SF).










