“Sebagai bagian dari masyarakat Aceh, TNI akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai keislaman. Kami siap membantu dalam sosialisasi maupun implementasi kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar Pangdam IM.
Mayjen TNI Niko Fahrizal juga menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk aparat keamanan, dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penerapan kebijakan tersebut.
Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar inisiatif ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh.
Rapat ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, di antaranya Optimalisasi peran pemerintah daerah dalam menggalakkan budaya wakaf, termasuk peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.
Kemudian, peningkatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung implementasi kebijakan penghentian aktivitas saat azan serta penguatan tradisi shalat berjamaah dan mengaji.
Tidak hanya itu, sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan TNI dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai keislaman di Aceh. Dengan demikian diharapkan, berbagai inisiatif ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Aceh, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun spiritual, sehingga nilai-nilai agama semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan dan pembangunan moral bangsa.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk unsur Forkopimda Aceh, Bupati dan Walikota Se-Aceh, serta pimpinan instansi terkait.
Dari unsur TNI, hadir pula Aster Kasdam IM, Kapendam IM, Danlanal, dan Danlanud. (*)











