Banda Aceh (AD)- Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh menyelenggarakan acara Anugerah Inovasi 20 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) ‘Sangat Inovatif’ dan Agen Inovasi Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis 17 November 2022.
Salah satu penerima anugerah tersebut adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.
Penghargaan inovasi terbaik tersebut diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh melalui program Jaringan Informasi Kearsipan Aceh (JIKA).
Dalam laporannya, Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek menyampaikan, penyelenggaraan anugerah inovasi ini sesuai PP 38/2017 tentang inovasi daerah, Permendagri 104/2018 tentang penilaian dan pemberian penghargaan dan/atau insentif inovasi daerah serta Peraturan Gubernur Aceh 19/2021 tentang penyelenggaraan inovasi Aceh.
“Pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah Provinsi Aceh telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan, diantaranya: Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Indeks Inovasi Daerah Provinsi Aceh pada tanggal 11 Agustus 2022 lalu, Desk Pembahasan Inovasi SKPA pada tanggal 24-30 Agustus 2022, Rapat Pembahasan Indikator Satuan Pemerintah Daerah (SPD) pada tanggal 6 September 2022, serta Coaching Clinic pada tanggal 9 September 2032, dan diakhiri dengan rapat pleno indeks inovasi daerah di Takengon pada tanggal 16-17 September 2022,” ungkap Ahmad Dadek.
Pj Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami, SE. M.Si mengatakan, inovasi merupakan kunci dan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan, baik dari aspek pelayanan publik maupun data kelola pemerintahan.
“Kemampuan menciptakan pembaharuan menjadi sebuah keharusan diera disrubsi seperti ini. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita selaku penyelenggara pemerintahan dapat menginternalisasikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi pada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya,” ujar Sekda Aceh.
Semua aspek tersebut, kata Bustami, merupakan akumulasi dari upaya kita semua untuk melakukan pembaharuan agar tidak terjebak dengan rutinitas yang biasa. Namun, terus menciptakan solusi atas berbagai kendala dalam pelaksanaan pembangunan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP menuturkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus meningkatkan inovasi dalam setiap bidang dan pelayanan seperti pengembangan dan peningkatan sistem informasi kearsipan Aceh, jaringan informasi kearsipan nasional. Sementara, dibidang perpustakaan ada 1 (satu) pustaka Aceh.
Selain penyerahan penghargaan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan serah terima akun Srikandi Pemerintah Aceh antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dengan Badan Kepegawaian Aceh.
Acara penganugerahan ini digelar oleh Bappeda Aceh dihadiri 250 peserta yang terdiri dari Bupati dan Wali Kota se Aceh, Forkopimda Aceh, Sekretariat Daerah Aceh, Para Kepala SKPD, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota, Akademisi, Lembaga Vertikal, Unsur Perbankan dan Swasta, Badan Litbang SE Sumatera, Media, CSO/LSM, Tokoh Masyarakat, serta Agen Inovasi SKPA. (*)











