Pembangunan Jembatan Perintis Reje Payung Tuntas, Safrizal Acungkan Jempol untuk Prajurit TNI

oleh -145 Dilihat

Takengon (AD)- Setelah bekerja keras selama empat bulan, akhirnya prajurit TNI Angkatan Darat di bawah Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) merampungkan pembangunan jembatan gantung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Informasi yang diterima Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Posko Wilayah Aceh, pada Minggu, 2 Agustus 2026, jembatan gantung yang dalam nomenklatur resminya disebut Jembatan Perintis Garuda III di wilayah kerja Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah, telah membentang dengan gagah perkasa di atas Sungai Jamboaye.

BACA..  KPA dan JASA Gelar Pertemuan Tolak Plt Ketua PA Nagan Raya

Seluruh personil TNI yang terlibat, terlihat lega. Demikian juga masyarakat setempat, khususnya warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat. Mereka berbahagia karena setelah empat bulan proses pembangunannya, jembatan perintis tersebut telah selesai.

Demikian juga keluarga besar SD Negeri 10 Linge, mereka turut bahagia. Tidak lama lagi para guru dan murid-murid SDN 10 Linge, sudah dapat bersatu kembali dalam lokasi belajar yang sama.

BACA..  Kapolres Aceh Selatan Janji Rehab Rumah Janda Eks Kombatan GAM Hingga Bantu Modal UMKM

Tenaga Ahli Daerah (TAD) Satgas PRR Posko Wilayah Aceh melaporkan, pada Senin, 3 Agustus 2026, akan digelar syukuran sederhana, sebagai bentuk rasa syukur kepada Ilahi, serta apresiasi kepada personil TNI yang telah bekerja keras membangun jembatan tersebut.

Jembatan yang membentang di atas badan sungai selebar 90 meter itu, terlihat gagah. Dua untai main cable yang menanggung beban badan jembatan, kekar menggendong lantai jembatan berwarna hijau muda. Menara bercat merah dan putih yang dipasang di kedua ujung jembatan, seperti mendeklarasikan diri, “Hei! Negara hadir untuk rakyat. Negara tidak meninggalkan rakyatnya!”

BACA..  KPA dan JASA Gelar Pertemuan Tolak Plt Ketua PA Nagan Raya

Demikian juga block angkur yang diberikan tugas untuk mengunci dan menahan gaya tarikan horizontal dari kabel utama. block angkur yang dicat merah putih, seolah menegaskan bahwa negara hadir dan selalu bersama rakyat.