Mukhtaruddin Usman Kembali Pimpin SPS Aceh

oleh -55 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh yang digelar di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis, 30 Juli 2026, berlangsung sengit, dinamis, dan penuh warna.

Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.

Mukhtaruddin Usman CEO Media Aceh unggul tipis atas pesaingnya, Zulfikar pemilik Media FA News. Dari total 37 suara sah, Mukhtaruddin meraih 19 suara, sementara Zulfikar memperoleh 18 suara.

BACA..  JASA Tolak Penunjukan Wan Malaya Pimpin Partai Aceh Nagan Raya

Selisih satu suara tersebut menjadi penentu kembalinya Mukhtaruddin memimpin SPS Aceh untuk periode berikutnya.

Sidang Musda dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Muhammad Saleh pimpinan Media Modus Aceh, didampingi anggota Barlian dan Safrizal berlangsung alot dan diwarnai perdebatan panjang, khususnya terkait mekanisme pencalonan dan tata tertib pemilihan.

Suasana sempat memanas ketika salah satu peserta Tarmilin menyampaikan pandangan dengan nada tinggi. Beberapa peserta lain dari pihak yang sama bahkan berdiri untuk menyampaikan interupsi. Forum pun beberapa kali diskors guna meredam ketegangan sekaligus mencari titik temu.

BACA..  Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

Dalam proses pencalonan, satu nama yang sebelumnya digadang-gadang maju sebagai calon ketua, Tarmilin, dinyatakan tidak memenuhi syarat. Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan, namun Tarmilin menunjukkan sikap legawa dengan menerima hasil forum.

Ia bersama Azhari kemudian sepakat mengusulkan Zulfikar sebagai kandidat, sehingga kontestasi mengerucut pada dua nama, yakni Zulfikar dan Mukhtaruddin Usman.

BACA..  Spanduk Bernada Kritik Terhadap FKM Pasee Muncul di Sejumlah Titik Kota Lhokseumawe

Memasuki tahap pemungutan suara, dinamika kembali menguat. Kubu Zulfikar menginginkan pemilihan dilakukan secara tertutup, sementara kubu Mukhtaruddin Usman menghendaki pemilihan secara terbuka. Setelah melalui pembahasan, suasana kembali kondusif dan proses pemilihan berjalan tertib.

Para peserta menggunakan hak pilihnya secara hati-hati dan penuh tanggung jawab. Proses penghitungan suara disaksikan langsung oleh seluruh peserta, menciptakan suasana hening yang dipenuhi rasa penasaran.