Kapolda Aceh meninjau langsung rangkaian tes kemampuan jasmani yang meliputi lari, pull up/chinning, sit up, push up, dan shuttle run. Menurutnya, materi yang diuji dalam tahapan ini berfokus pada aspek endurance atau ketahanan fisik peserta.
“Polri ingin mencari calon perwira yang berkualitas, tangguh dan berintegritas. Karena itu, kemampuan fisik dan mental menjadi salah satu syarat penting bagi calon anggota Polri,” ujar Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, proses seleksi penerimaan Akpol dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti setiap tahapan seleksi.
Selama pelaksanaan ujian, panitia juga melakukan perekaman terhadap seluruh proses seleksi setiap peserta taruna dan taruni sebagai bentuk pengawasan dan dokumentasi guna menjamin transparansi pelaksanaan penerimaan anggota Polri. (*)











