Bireuen, (AD) – Pasca pengambilan sumpah jabatan Pimpinan DPRK Bireuen Definitif dua hari yang lalu, Ketua Rusyidi Mukhtar S.Sos bersama puluhan Anggota DPRK terpilh periode 2019- 2024 giat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), ke beberapa daerah di Bireuen, Rabu ( 23/10 ).
Kujungan tersebut yang didatangi oleh Legislatif Bireuen itu di tiga Kecamatan diantaranya Peudada, Plimbang, dan Jeunieb.
Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar,S.Sos kepada media Atjehdayli.id rilisnya yang kirim melalui WhatsApp ( WA ), Kamis ( 24/10 ) menyampaikan kunker yang kita laksanakan ini berdasarkan informasi yang kita terima terkait persoalan – persoalan yang dialami oleh masyarakat yang ada di tiga kecamatan tersebut diantaranya Jalan Rusak, jembatan, dan ada beberapa item lainnya.
Dikatakan, jalan yang rusak terdapat di gampong Matang Kule Plimbang, jalan tersebut rusak parah akibat sering berlalulalang mobil pengangkut batu gunung dan mobil pengangkut sawit, kunker legislatif Bireuen juga turun ke jembatan gantung yang rusak di gampong Alue Lamsaba.
“Insyaallah kedua item tersebut kita prioritaskan,” ucap Rusyidi.
Pantau media, anggota kunker dewan perwakilan rakyat terus bergerak ke gampong Garap Kecamatan Plimbang dan mereka melihat kondisi badan jalan yang sudah hancur dan berlubang.
Selanjutnya, tim kunker yang terdiri dari ketua dan anggota dewan Bireuen sempat mengunjungi pembangunan irigasi yang sedang dalam pelaksanaan pengerjaan.
Beberapa jam kemudian Tim dan Rombongan DPRK Bireuen terus begerak ke gampong Teupin Panah, kecamatan yang sama untuk meninjau Jembatan Gantung penghubung dua Kecamatan yaitu Plimbang dan Jeunieb.
Jembatan tersebut merupakan Alternatif bagi masyarakat kedua kecamatan dan kondisinya sangat memprihatikan, kondisi fisik akses jebatan itu telah rapuh dan keropos di makan usia.
Agenda terakhir tim kunker turun ke masyarakat di Dapil 5 Bireuen meninjau Jembatan Gantung di Gampong Menasah Krueng Via Arabungong dan tim sempat mengunjungi dan melihat langsung kondisi pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheot, terletak di Desa Lawang kecamatan Peudada yang terlantarnya.
“Masih banyak persoalan, terkait terlantarnya pembangunan irigasi Aneuk Gajah Rheot yang terletak di gampong Lawang, diantaranya pembebasan lahan yang belum disikapi oleh pemerintah setempat hingga persoalan dari rekanan,” sebut masyarakat di depan tim kunker DPRK Bireuen.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini pada sumber yang layak dipercaya, beberapa bulan yang lalu sebelumnya, bahwa sumber anggaran pembangunan kelanjutan Saluran Irigasi Aneuk Gajah Rhoet Peudada akan diprioritaskan untuk dilanjutkan tahapan pembangunannya pada anggaran otsus APBA 2019 – 2020 melalui Dinas terkait Pemerintah Aceh.
Dikatakan sumber media ini, Hingga kini diduga proyek saluran Irigasi Aneuk Gajah Rhoet banyak kendala, masyarakat mengharapkan ada kelanjutan kegiatan irigasi tersebut di tahun anggaran yang akan datang.
Saat kunker anggota legislatif Bireuen di beberapa tempat yang ada di Kabupaten Bireuen turut didampingi oleh tokoh masyarakat, Keuchik, dan masyarakat.
Tim kunker dipimpin Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar,S.Sos, Wakil Ketua Syauqi Putaqi, S.Fil.I, Tgk Amriadi, M.Nasir (Waled), Salwa Hanum, Rosmani, Muddasir, Jasman SE, Tgk Razali Nurdin, Taufik Ridha ST, Ir.Zainal Abidin,Faisal Hasballah SE.MSM, Sufyannur,Sayuti,Muslem Abdullah,Iskandar Is.S.Pd.MH,Amartana Pusri, Surya Yunus dan Muhammad Amin.
Rusyidi Mukhtar, S.Sos, selaku ketua menambahkan lagi Insyaallah dalam waktu dekat ini setelah kita mendata dan mencatat semua keluhan maupun permasalahan pembangunan yang segera diprioritaskan, serta permasalahan terlantarnya pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rhoet Peudada, baik terkait kendala pembebasan tanah. Setelah seluruh jadwal tahapan agenda Kunker DPRK Bireuen pada Dapil masing masing.
“Tentu kita akan buat rapat kerja bersama Bupati Bireuen, Dinas terkait serta melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Aceh, Dinas terkait, SKPA Provinsi Aceh maupun dengan panitia pembebasan tanah.” Tutup Rusyidi Mukhtar S.Sos. ( Iqbal ).











