Banda Aceh (AD)–KPK RI belum pulang dari Aceh, sejumlah pejabat dan pihak swasta terus diperiksa. Hal itu dibenarkan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Ali Fikri .
“Benar, sebagaimana yang pernah kami sampaikan bahwa sejak beberapa waktu lalu ada kegiatan penyelidikan oleh KPK,” kata Ali Fikri yang dihubungi di Banda Aceh, Senin (21/6) lalu.
Namun kehadiran penyidik KPK RI hanya berhasil memeriksa pejabat setingkat Sekda Aceh dan bawahannya. Sedangkan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah hingga detik ini belum mampu disentuh KPK. Hambatan tersebut disebabkan status Nova Iriansyah positif mengindap penyakit Covid-19.
Beragam kecurigaan publik muncul, karena status Nova positif Covid-19 terjadi saat penyidik KPK RI hendak ke Aceh. Untuk menjawab kecurigaan itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh bersama Tim Medis RICU dan PINERE Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) menggelar konferensi pers tentang perkembangan kesehatan Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT di Media Center Humpro Setda Aceh, Kamis 24 Juni 2021.
Konferensi pers itu diikuti didampingi tim medis yang merawat Gubernur Nova sejak terkonfirmasi Covid-19, sejak 30 Mei 2021, yakni dokter spesialis paru dr. T. Zulfikar, Sp.P (K) FISR dan dr. M. Fuad Sp.PD FINASIM yang merupakan spesialis penyakit dalam.
Selain itu juga diikuti Direktur RSUDZA dr. Isra Firmansyah, Sp.A, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, Staf Khusus Gubernur Aceh Wiratmadinata, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto, perwakilan Biro Hukum Setda Aceh, dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA.
Pada konferensi pers itu disampaikan, Gubernur Nova terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR pada 31 Mei 2021, dan langsung melakukan isolasi mandiri sesuai Protokol Penanganan Covid-19.
Selang empat hari, tanggal 4 Juni, Gubernur Nova kembali menjalani pemeriksaan dan hasilnya masih positif Covid-19, dan meneruskan isolasi sesuai rekomendasi tim medis yang menangani perawatannya.
“Hasil swab berikutnya pada 14 Juni 2021 juga masih terdeteksi materi genetik virus corona,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani (SAG).
Selanjutnya, pada 21 Juni 2021, tim medis kembali melakukan uji swab dan hasilnya masih tetap positif Covid-19. Kondisi positif berlanjut bagi pasien Covid-19 bukanlah fenomena baru. Ada banyak epidence-nya di dalam dan luar negeri, katanya.
Karena itu, lanjut SAG, tim medis RICU dan PINERE RSUDZA Banda Aceh tetap menganjurkan Nova Iriansyah untuk melanjutkan isolasi mandiri untuk percepatan pemulihan kesehatannya.
Sementara, dr. T. Zulfikar, Sp.P (K) FISR yang menangani perawatan Gubernur Nova menjelaskan, kondisi Gubernur Nova saat pertama kali diketahui positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Namun dua hari kemudian Gubernur disebut mulai memiliki gejala ringan seperti batuk, pegal-pegal dan hilang penciuman.











