Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara, Gusmiyadi, menegaskan kepengurusan yang baru siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan Sumatera Utara sebagai salah satu sentra peternakan sapi nasional.
“Kami siap bekerja bersama pemerintah untuk mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami juga akan mendorong pengembangan peternakan sapi agar Sumatera Utara mampu menjadi salah satu lumbung daging nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak,” katanya.
Mewakili DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Bunda Ayin menyampaikan komitmen mendukung penuh kiprah Tani Merdeka Indonesia Sumut serta mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonesia lahir sebagai organisasi perjuangan yang berpihak kepada petani dan menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan strategis nasional.
“Tani Merdeka Indonesia hadir untuk memastikan program Presiden Prabowo Subianto benar-benar berjalan hingga ke tingkat petani. Dengan kepercayaan yang diberikan kepada Mas Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, seluruh pengurus daerah harus bergerak cepat, bekerja nyata, dan mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta swasembada pangan,” tegas Don Muzakir.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menyatakan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam membangun pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi seluruh elemen, saya yakin Sumatera Utara mampu menjadi daerah yang semakin kuat dalam menopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Bobby.
Pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan kolektif yang mampu memperkuat produksi pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah terdepan dalam mendukung terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.
Judul ini lebih kuat karena menonjolkan dua pesan utama sekaligus: kepemimpinan baru Gusmiyadi dan instruksi Don Muzakir untuk mengawal agenda swasembada pangan nasional. (R)











