Gampong Blang Seunong Dukung Program Bebas Stunting

oleh -552 Dilihat

Bireuen, (AD) – Gampong Blang Seunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen mendukung Program Penurunan dan Pencegahan Stunting yang menjadi Program Nasional yang diintervensi oleh pemerintah Pusat, kata Agusnadi, SE pada Sosialisasi Pencegahan Stunting, Rabu (30/10).

Agusnadi, SE Geuchik gampong Blang Seunong menyebutkan tentang komitmennya, bahwa Gampong Blang Seunong di bidang kesehatan sangat maksimal, untuk pencegahan Stunting Pemerintah Gampong di tahun sebelumnya telah menganggarkan penyediaan air bersih bagi warga masyarakat sebanyak 45 titik yang merupakan jaringannya PDAM.

Untuk tahun 2019, kembali dipasang lagi jaringan PDAM yng menggunakan Dana Desa (DD) sepanjang 1.670 meter, untuk mengaliri air bersih ke 40 rumah warga. Pihaknya sudah menganggarkan dana di tahun sebelumnya, untuk pemasangan sambungan air bersih sebesar Rp 157 juta, dan tahun 2019 sebesar Rp 160 juta. “Untuk pencegahan stunting Kita anggarkan dana Rp 50 juta,” sebut Geuchik Muda Lulusan Universitas Al-Muslem ini.

Sekcam Jeumpa, Chairil Abeb saat membuka sosialisasi pencegahan stunting di desa itu, mengatakan, Gubernur Aceh melalui Pergub nomor 14 tahun 2019 juga menekankan kepada segenap Stakeholder untuk mengoptimalkan penurunan dan pencegahan stunting.

Sekcam Jeumpa berharap kepada Pemerintah Gampong yang telah menganggarkan kegiatan pencegahan Stunting dalam APBG murni agar dapat segera melaksanakan nya,
Ia mengharapkan kepada pemerintah Gampong yang telah menganggarkan kegiatan pencegahan Stunting dalam APBG murni agar dapat segera melaksanakan nya, mengingat tahun anggaran sudah hampir di penghujung tahun.

Anggota DPRK Bireuen, Muchlis Rama mengatakan betapa pentingnya komitmen bagi semua pihak untuk pencegahan Stunting. “Stunting memang istilah baru, kalau ditanya stunting ibu-ibu mungkin baru mendengar. Tapi sebenarnya stunting sudah terbiasa mengetahuinya dengan sebutan “Bukrik atau Bukruk”.Papar Anggota dewan dari dapil Jeumpa Juli.

Sedangkan kepala Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr Amir Addani, M.Kes yang menjadi pemateri utama menyebutkan, bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak diakibatkan kekurangan Gizi kronis, untuk mencegah Stunting dibutuhkan intervensi gizi spesifik. Salah satunya adalah dengan pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil, ibu menyusui melaui kegiatan-kegiatan posyandu terintegrasi.

Acara sosialisasi Stunting di Gampong Blang Seunong selain menyampaikan materi tentang Stunting dan bahaya stunting bagi sasaran pencegahan dan penurunan Stunting, juga diberikan paket pencegahan stunting bagi ibu hamil, ibu menyusui dan kepada balita. Paket yang diberikan berupa susu yang menunjang penambahan asupani bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta makanan pelengkap Gizi . (Maimun Mirdaz).