AMPES Minta Wali Kota Jangan Baper

oleh -848 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kota Subulussalam meminta Wali Kota jangan terbawa perasaan (baper) terhadap kritikan-kritikan yang disampaikan oleh masyarakat dan mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Hasbi Bancin, menanggapi beredarnya video beberapa hari yang lalu, dimana salah satu masyarakat di Subulussalam yang membacakan teks berisikan permohonan maaf kepada Wali Kota Subulussalam. Padahal hanya mengucapkan kata-kata gumbu (bodoh).

“Sangat kita sayangkan atas kejadian tersebut, karena dianggap secara tidak langsung telah mencoret muka Wali Kota itu sendiri,” tegas Hasbi Bancin selaku Ketua AMPES, melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Senin 31 Agustus 2020.

BACA..  Dirut Bank Aceh Teladani Wakaf Habib Bugak

Menurut Hasbi, seharusnya Wali Kota tidak perlu melakukan hal demikian, karena itu hanya mempermalukan masyarakat nya sendiri. Lagian dia tidak menyebutkan siapa dan kemana tujuan dari kata-kata tersebut.

“Kita kan tau, kemana kata-kata tersebut, dan untuk siapa dia sebutkan,” ungkapnya.

BACA..  Pemerintah Aceh Desak BNPB Merekonstruksi Empat Jembatan Gantung 

Jadi kata Hasbi, sejatinya, mengkritik itu adalah hal yang sangat penting dalam dunia demokrasi, dan bertujuan sebagai bahan masukan dan menambah etos kerja pemerintah itu sendiri.

Ditegaskan Hasbi, yang dikritik itu adalah pemerintah, dan Wali Kota sebagai kepala pemerintahan, jadi bukan pribadinya.

Perlu diketahui, pemerintah di gaji oleh rakyat, sedangkan kritikan itu bertujuan untuk memajukan Pemerintah Kota Subulussalam.

“Walaupun kritikan yang disampaikan mengarah ke yang lain, itu adalah wujud dari apa yang dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

BACA..  Aceh Masuki Fase Rehab-Rekon, Mendagri Tekankan Pentingnya Publikasi

Terkait dengan permintaan maaf yang dilakukan oleh satu masyarakat rundeng, terkesan hanya karena mengucapkan kata ‘gumbu’ langsung di viralkan ke media sosial.

“Oleh karena itu, AMPES menegaskan, jangan memaksa masyarakat untuk melakukan hal demikian, karena dapat melukai hati rakyat itu sendiri,” demikian tutup Hasbi Bancin. (AF)