Simeulue (AD)- Bupati Simeulue H. Erli Hasyim S.Ag, SH, M.I.Kom mengadakan rapat kerjasama Forkopimda membahas tentang Copid -19 di posko gugus tugas percepatan penanganan Copid -19, Selasa 7 April 2020.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Simeulue, Hj Afridawati, Sekretaris daerah, Ahmadiyah, SH, Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo, Dandim Simeulue, Letkol INF Yogi Baktiar, Danlanal Simeulue, Letkol Laut Dian Wahyudi, serta tamu para undangan lainnya.
Bupati Simeulue dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan tugas gugus percepatan penanganan Copid -19 ini harus terus berlanjut hingga adanya perintah dari pusat untuk dihentikan.
“Pemerintah Pusat telah menetapkan masa penambahan penanganan covid -19 hingga 10 Oktober 2020 mendatang,” kata Bupati.
Bupati juga berharap, kondisi saat ini harus disesuaikan dengan mewabahnya covid-19. Verifikasi data segera dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin.
Sementara pihaknya akan memberikan bantuan kepada masyarakat Simeulue khususnya dalam waktu singkat ini, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing masing wilayah.
“Bantuan ini saya harapkan dapat dibagikan secara merata dan tepat sasaran sebelum bulan Suci Ramadhan,” harapnya.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada tim gugus percepatan penanganan, harus benar-benar diperhatikan tentang Copid -19. “Jangan anggap sepele virus covid -19 yang telah mewabah di seluruh dunia,” tegas Erli Hasyim dalam sambutannya.
Lanjutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Simeulue diharapkan dapat menjadi contoh kepada masyarakat khususnya Simeulue.
“Jangan ada ASN yang duduk di warung kopi pada saat jam kerja, agar masyarakat tidak terpengaruh di saat covid-19 ini,” pinta Erli.
Pihaknya juga menekankan agar para ASN jangan melakukan perjalanan dinas keluar daerah untuk saat ini, terkecuali mendapatkan izin dari pimpinan daerah yang bersifat urgent selama pandemi covid-19.
“Saya harap, para ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat Kabupaten Simeulue,” ujar Bupati
Hal ini harus dapat dimaklumi, agar masyarakat Simeulue terjaga dari wabah covid-19. Ini dilakukan semata mata untuk memutuskan mata rantai serta mencegah penyebarannya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Simeulue, mengatakan, sesuai arahan Bupati, ASN yang keluar dari daerah Simeulue, agar dapat mengisolasi diri.
“Saya harap, para ASN yang baru pulang, agar mengisolasi diri dirumahnya selama 14 hari,” harap Ahmadliyah.
Sesuai arahan Bupati, kata Sekda, kita akan segera memberikan bantuan kepada masyarakat Simeulue sebelum bulan Suci Ramadhan ini.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Simeulue, Afridawati menambahkan, agar Alat Pelindung Diri APD segera dapat direalisasikan. (AF/R)









