DPD KNTI Aceh Besar Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

oleh -276 Dilihat

Aceh Besar (AD)- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Besar, Mulyadi Muchtar menolak tegas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

“Kenaikan harga BBM subsidi ini hanya akan memberatkan para nelayan tradisional,” ungkap Mulyadi melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini, Selasa 30 Agustus 2022.

Seharusnya, kata Muly, Pemerintah lebih peka dan lebih peduli terhadap nasib para nelayan tradisional di Indonesia, khususnya di Aceh.

BACA..  Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga Demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh

Karena, menurutnya, selama ini kehidupan nelayan tradisional sangatlah sulit. “Apalagi mau dinaikan harga BBM, bagaimana dengan nasib kami,” ujar Muly.

Selaku Ketua DPD KNTI dan mewakil suara para nelayan tradisional di Aceh khususnya Aceh Besar, saya meminta kepada Pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana Otonomi khusus (Otsus) untuk pemberdayaan ekonomi serta membangun sarana dan prasarana bagi nelayan.

“Kami minta Pemerintah daerah mengalokasikan dana Otsus untuk membantu kesulitan para nelayan tradisional saat ini,” pintanya.

BACA..  Bea Cukai Aceh Gagalkan Dugaan Penyelundupan 2,9 Kg Emas ke Malaysia

Selain itu, ia juga menyebutkan, jika BBM tersebut jadi dinaikan, maka dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat juga turut berimbas terhadap para nelayan tradisional.

“Jika harga BBM jadi naik, pastinya bukan malah meminimalisir angka kemiskinan, yang ada akan semakin bertambah,” kata Muly.

Mantan Panglima Laot ini mendesak pemerintah segera menurunkan harga minyak subsidi demi memudahkan para nelayan tradisional mencari nafkah.

BACA..  Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga Demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh

“Bukan malah menaikan harga BBM.bersubsidi,” tegasnya.

Selain itu, pria yang telah melanglang buana dan memiliki pengalaman di berbagai organisasi kemanusiaan internasional seperti, UN Habitat Nias, British Red Cross Banda Aceh dan German Red Cross Humanitarian Mission Calang Aceh Jaya mendesak Pemerintah daerah untuk bertindak cepat dalam merespon kenaikan harga BBM bersubsidi agar tidak memberikan dampak dan kendala bagi para nelayan tradisional.