Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim: Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

oleh -757 Dilihat

Aceh Besar (AD)- PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah hingga 60 Ton sampah kelapa perbulan di kawasan pesisir pantai Lhoknga, Aceh Besar melalui program Sampah Kelapa Untuk Desa Sejahtera (Sakeladera).

Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama dengan Komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) ini, mengantarkan perusahaan meraih penghargaan PROPER hijau 2025 dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Penghargaan yang dianugerahkan ke PT Solusi Bangun Andalas menandakan bahwa kinerja lingkungan yang dilakukan perusahaan telah melampaui kepatuhan (Beyond Compliance) termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat.

BACA..  Safrizal ZA: Keseriusan Pidie Jadi Sinyal ke Pusat

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menggaris bawahi bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasi dan pemberdayaan komunitas..

“PROPER hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ungkap Edi Sarwono, Kamis, 16 April 2026.

Sebelum program Sakeladera dijalankan, kata Edi, sampah kelapa di kawasan pesisir sebagian dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO² perbulan.

BACA..  Safrizal ZA: Keseriusan Pidie Jadi Sinyal ke Pusat

Disisi lain, ujar Edi, peternak setempat menghadapi tingginya biaya yang mencapai Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Melalui program Sakeladera, sampah kelapa diolah menjadi serbuk halus dari sabut kelapa (Cocopeat) sebagai alternatif campuran pakan ternak.

“Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah,” pungkasnya.

BACA..  Safrizal ZA: Keseriusan Pidie Jadi Sinyal ke Pusat

Selain itu, ia kata Edi, produk Cocopeat telah lulus uji laboratorium standarisasi industri terkait kandungan kalsium dan protein.

Dalam implementasinya, ia menjelaskan, Solusi Bangun Andalas memberikan dukungan berupa pendampingan secara  berkelanjutan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat, sehingga mampu membangun ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan.

“Operasional program ini pun telah menunjukan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap satu investasi menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat,” jelas Edi.