Abu Razali: Cabut SK Plt Ketua PA Nagan Raya

oleh -48 Dilihat

Nagan Raya (AD)- Sesepuh dan Ketua Majelis Tuha Peuet (MTP) Partai Aceh Wilayah Nagan Raya, TGK. Razali Misra (Abu Razali), menyampaikan kekecewaan mendalam terkait dinamika penunjukan Plt Ketua Partai Aceh di tingkat kabupaten.

Ia memperingatkan, bahwa jika aspirasi eks kombatan dan basis massa diabaikan, masa depan Partai Aceh di Nagan Raya terancam bubar.

“Partai Aceh sebagai bentukan eks GAM bertahan karena disokong oleh massa fanatik keluarga eks perjuangan dan Aneuk Syuhada. Jika partai abai terhadap aspirasi hasil keputusan forum di bawah, maka tidak tertutup kemungkinan Partai Aceh di Nagan Raya kehilangan kursi di DPRK dan bisa bubar tanpa sokongan eks GAM,” jelas Abu Razali dengan nada prihatin, Selasa, 4  Agustus 2026.

BACA..  KPA dan JASA Gelar Pertemuan Tolak Plt Ketua PA Nagan Raya

Abu Razali menegaskan, Partai Aceh lahir dari darah perjuangan GAM, sehingga legitimasi kepemimpinan sangat bergantung pada dukungan keluarga eks kombatan.

Sebagai Ketua Tuha Peut, Abu Razali mendesak Ketua Umum DPP Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), untuk meninjau kembali kebijakan penunjukan ketua wilayah agar lebih akomodatif terhadap suara kader arus bawah.

BACA..  KPA dan JASA Gelar Pertemuan Tolak Plt Ketua PA Nagan Raya

“Jangan keliru dalam mengambil keputusan yang membuat Partai Aceh hancur di Nagan Raya. Kebijakan DPP tidak boleh terus menunjuk orang yang terbukti pernah gagal memimpin partai di wilayah ini. Jika keliru, bakal menimbulkan perlawanan kader dari arus bawah dan ini sama saja menghancurkan partai,” tegasnya.

Abu Razali meminta DPP Partai Aceh menunjuk sosok yang akomodatif dan sejalan dengan arus bawah serta dukungan KPA dan Aneuk Syuhada.

Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan, Partai Aceh Nagan Raya dipastikan akan punah dan hancur berkeping-keping menjelang Pemilu mendatang, jika konflik internal terus dibiarkan.

BACA..  KPA dan JASA Gelar Pertemuan Tolak Plt Ketua PA Nagan Raya

Sebagai “orang tua” partai, dirinya menyarankan agar DPP Partai Aceh menunjuk Plt Ketua yang bisa diterima oleh semua pihak dan mampu mengakomodasi berbagai kepentingan kelompok.

Selain itu, ia juga mengingatkan DPP agar tidak memaksakan kepentingan politik di daerah yang dapat menciptakan konflik berkepanjangan tanpa penanganan serius, yang pada akhirnya berpotensi memicu kontak fisik sesama anak bangsa.