LITERASI DIGITAL KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH

oleh -429 Dilihat

Sedangkan kelemahan media sosial yaitu biaya internet yang membengkak, timbul masalah keamanan data, tergantung dengan jaringan dan kecanduan.

Selain itu, masyarakat juga dituntut untuk bijak dalam menggunakan digital terutama dalam mengekspresikan diri di media sosial seperti yang dipaparkan oleh Mulyadi Zakaria, S.Fil.I.,M.A. Alasan utama adalah dengan kemudahan akses informasi dan komunikasi maka masyarakat akan mengeluarkan opini, komentar dan pendapat yang perlu ditata. Langkah aman berselancar adalah berpikir sebelum membagikan, periksa pengaturan privacy, pilih konten positif dan ikuti aturan dan norma hukum yang berlaku (UU ITE).

Neli Saprina, S.Pd mengajak kita untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar di dunia digital, dimana dalam era digital adanya fenomena pergeseran bahasa yang mengubah komunikasi secara menyeluruh.

Untuk berbahasa yang tepat di ruang digital maka kita harus memahami jenis media sosialnya, anti hoax, menggunakan etika saat berinteraksi, menghormati privasi orang lain, berkomentar dengan sopan dan sebagainya. Lestarikan budaya bahasa daerah dan bahasa nasional, jauhkan bahasa yang akan menjadi kesalahpahaman.

Ditambahkan oleh Rahmaddian tujuan literasi digital adalah untuk membekali para netizen dalam berinteraksi di ruang digital secara etika, keamanan, kemampuan dan budaya. Adanya transformasi digital maka akan tercipta peluang baru bisnis e commerce, peningkatan penghasilan bisnis dan berkembangnya kemampuan literasi.

Begitu juga untuk yang berbasis pendidikan dimana guru, siswa dan orang tua harus memahami penggunaan media digital, diadakan pelatihan untuk tenaga pendidik dan sebagainya.

Intan Oceania sebagai Key Opinion Leader menjelaskan masyarakat mau tidak mau harus dapat beradaptasi dengan teknologi terkini yaitu teknologi digital di setiap kegiatannya dan akan tertinggal seperti hidup di jaman dahulu apabila tidak paham akan dunia digital. (Red)