“Pemantauan kita bersama Forkopimda, dari Balai POM, untuk memastikan pemenuhan gizi berjalan baik, pendistribusiannya juga tepat. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” tambahnya.
Di hari pertama, menu yang diberikan kepada anak-anak mencakup nasi, ayam, sayur tumis kangkung, tempe, dan pisang, sesuai dengan standar pemenuhan gizi yang telah ditetapkan.
Almuniza juga memastikan bahwa pihaknya bersama unsur terkait akan terus memantau dan mengawal pelaksanaannya agar berjalan dengan baik.
“Jika ada kendala, seperti keterlambatan, kepala sekolah bisa langsung menyampaikan ke pihak dapur. Ini adalah program prioritas pemerintah, program Bapak Presiden Prabowo dan harus kita dukung sepenuhnya,” tegasnya.
Dapur penyedia MBG di Banda Aceh saat ini telah beroperasi dengan satu dapur di Lambhuk yang melibatkan 46 pekerja.
“Untuk pengemasan mereka meminta ibu-ibu di sekitar dapur (gampong setempat). Ini menunjukkan kolaborasi yang bagus antara pelaku usaha dengan masyarakat sekitar,” ungkap Almuniza.
Pj Wali Kota juga menyampaikan bahwa jumlah distribusi makanan bergizi gratis ini akan terus dilakukan secara bertahap seiring dengan berkembangnya program ini.
“Pola distribusi dan jumlah porsi akan terus dievaluasi karena pada 13 Januari dan 20 Januari jumlahnya akan bertambah,” pungkasnya. (*)











