“Kemampuan beliau dalam memimpin daerah sudah terbukti. Ia bukan tipe pemimpin menara gading, beliau ada di tengah masyarakat, tahu denyut persoalan rakyat,” lanjut Sulaiman.
Menurutnya, dalam situasi politik dan konsolidasi pasca pemilu, Partai Aceh membutuhkan figur yang matang secara pengalaman dan stabil dalam menghadapi tantangan.
“Tgk Aiyub punya ketenangan dan wibawa. Sosok seperti beliau bisa menyatukan semangat lama dengan tantangan baru. Itu penting bagi posisi strategis seperti sekjen,” ucap Sulaiman lagi.
Bila informasi penunjukan ini benar, maka berakhir sudah masa tugas Zulfadli, Ketua DPRA yang selama ini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen DPP Partai Aceh. Jabatan yang sebelumnya bersifat sementara itu akan segera berganti menjadi jabatan definitif di bawah Tgk Aiyub.
Penetapan ini juga disebut-sebut telah mendapat restu dari Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Aceh maupun dari Tgk Aiyub sendiri.
Sejumlah pihak meyakini, pengumuman resmi hanya tinggal menunggu momentum yang tepat. (*)











