Di Gunongan, Ini Harapan Almuniza Kepada Menteri Kebudayaan RI

oleh -1733 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Banda Aceh, Almuniza Kamal menyampaikan sejumlah harapan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon saat meresmikan revitalisasi objek wisata Gunongan, Minggu, 12 Januari 2025 malam.

Mewakili Pj Gubernur Aceh pada acara tersebut, ia berharap adanya kebijakan strategis yang lebih berpihak pada pelestarian budaya lokal, termasuk penguatan sistem informasi kebudayaan berbasis teknologi digital untuk mendokumentasikan dan mempromosikan budaya Aceh secara global.

BACA..  Tersangka Penganiaya Balita di Baby Preneur Daycare Lamgugob Peragakan 62 Adegan

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini juga menyampaikan pihaknya memerlukan program pengembangan kapasitas SDM di bidang budaya, “Seperti pelatihan untuk pelaku seni, budayawan, dan tenaga pendidik, agar nilai-nilai budaya Aceh tetap lestari di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Almuniza turut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri Kebudayaan ke Bumi Serambi Mekkah. “Kehadiran bapak memberi harapan besar untuk kami yang menaruh mimpi mengembalikan masa kejayaan Kerajaan Samudera Pasai dan masa keemasan Sultan Iskandar Muda.”

BACA..  Tersangka Penganiaya Balita di Baby Preneur Daycare Lamgugob Peragakan 62 Adegan

“Kala itu adalah masa-masa di mana Aceh menjadi negeri yang disegani bangsa-bangsa di dunia, negeri yang dikagumi. Modal yang kami miliki adalah kebudayaan,” ungkapnya.

Terkait dengan keberadaan Gunongan di komplek Taman Sari Kerajaan Aceh Darussalam, Almuniza menjelaskannya sebentuk tanda cinta Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya, Putri Kamaliah atau dikenal pula dengan sebutan Putroe Phang (Putri dari Negeri Pahang).

“Di sini, para putri sultan bermain dan berbahagia, bahkan menyelenggarakan berbagai macam Kenduri,” jelas Almuniza.

BACA..  Tersangka Penganiaya Balita di Baby Preneur Daycare Lamgugob Peragakan 62 Adegan

Pihaknya mengharapkan seluruh situs mulai dari Gunongan, Pinto Khop, dan Tamansari, Meuligoe, Kandang Meuh, hingga Kandang XII, dapat ditata dengan saling bersinergi, mengingat semuanya merupakan satu kawasan inti dalam lingkungan Istana Kerajaan Aceh Darussalam.

“Dengan demikian, narasi atau story line-nya dapat disatukan dalam kesatuan kisah para raja,” tutur Almuniza.