BSI dan Wali Nanggroe Bahas Kolaborasi Pembangunan Aceh

oleh -1297 Dilihat

BSI, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, terus memperkuat kehadirannya di Aceh sebagai wilayah khusus yang secara penuh menerapkan sistem keuangan syariah. Komitmen ini diwujudkan melalui layanan keuangan syariah modern yang inklusif dan mendukung penuh pengembangan ekonomi Aceh.

Pada momen tersebut, PYM Malik Mahmud Al Haytar, mengajak BSI membuka peluang kerja sama strategis dengan Mubadala Energy, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab yang berinvestasi di Aceh.

BACA..  Spanduk Bernada Kritik Terhadap FKM Pasee Muncul di Sejumlah Titik Kota Lhokseumawe

Ajakan tersebut muncul sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sektor keuangan syariah dan industri energi, dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.

Wali Nanggroe menilai, kehadiran investor global seperti Mubadala Energy harus disambut dengan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan syariah seperti BSI.

BACA..  Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

Menanggapi hal tersebut, Regional CEO BSI Aceh menyatakan kesiapannya untuk menjajaki peluang kerja sama tersebut. “BSI siap mendukung setiap inisiatif pembangunan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Aceh. Jika ada ruang kerja sama dengan Mubadala Energy dalam kerangka syariah dan keberlanjutan, kami akan sangat terbuka,” ungkapnya.

BACA..  Bank Aceh dan Taspen Gelar Sosialisasi Hak dan Kewajiban serta Wirausaha Pintar bagi PNS Menjelang Pensiun

BSI menilai, sinergi dengan investor energi seperti Mubadala akan membuka ruang lebih luas bagi penerapan keuangan syariah dalam proyek-proyek besar yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Aceh. (*)