Aceh Masuk 5 Besar Sub-Indeks Travel and Tourism Demand Drivers

oleh -324 Dilihat

Jakarta (AD)- Provinsi Aceh masuk lima besar Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) tahun 2022 pada kategori sub-indeks travel and tourism demand drivers (pendorong permintaan pariwisata dan perjalanan) versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Uno pada Rakornas Kepariwisataan yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2022.

Provinsi Aceh (3,86) menempati peringkat lima di bawah Jawa Tengah (4,78), Jawa Timur (4,75), Jawa Barat (4,49), dan DKI Jakarta (4,38).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, torehan tersebut membuat pihaknya semakin terpacu membangun kepariwisataan.

BACA..  Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mendongkrak kunjungan wisatawan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

“Kami terus berupaya mengembangkan desa wisata, memperbanyak event Parekraf, serta memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder pariwisata untuk membangun kepariwisataan Aceh,” ujar Almuniza dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Desember 2022.

Disbudpar Aceh, kata Almuniza, telah menyelesaikan Qanun Nomor 3 tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Aceh (RIPKA) dalam mengelola pariwisata di ‘Serambi Mekkah’.

BACA..  Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

“Qanun ini merupakan dasar pijakan pertimbangan dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah sektor pariwisata dan rencana strategis SKPA, serta sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kepariwisataan Aceh,” pungkasnya.

Sebagai informasi, IPKN merupakan strategi pemerintah pusat untuk mendorong capaian dan peringkat Indonesia pada Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata atau Travel and Tourism Development Index (TTDI) pada tahun depan.

TTDI sendiri merupakan evolusi langsung dari laporan pengukuran Indeks Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata atau Travel and Tourism Competitivenes Index (TTCI) yang diterbitkan 2 tahun sekali selama 15 tahun terakhir.

BACA..  Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

Keberadaan IPKN juga bertujuan untuk membentuk kesadaran nasional tentang pentingnya membuat ekosistem kepariwisataan Indonesia.

“Diharapkan dengan IPKN, daerah akan mengetahui keunggulan dan kelemahannya, serta menggunakan data tersebut untuk menyusun dan merencanakan kebijakan,” tutup Almuniza. (*)

Berikut hasil pemeringkatan sub IPKN 2022 :

Kategori sub indeks enabling environment

Bali
Yogyakarta
DKI Jakarta
Jawa Tengah
Kalimantan Utara

Kategori sub indeks travel and tourism policy enabling condition

Maluku
Sulawesi Selatan
Kalimantan Utara
Jawa Barat
Nusa Tenggara Barat

Kategori sub indeks infrastruktur

Kepulauan Riau
Bali
Yogyakarta
Banten
DKI Jakarta