Dari 124 nominasi yang masuk dari seluruh Indonesia, dewan juri menetapkan 67 penerima penghargaan berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, kualitas komunikasi dengan media, serta kontribusi dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan berkualitas.
“Penilaian dilakukan secara objektif dan independen. Dewan juri menilai rekam jejak kepemimpinan, komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, kualitas komunikasi dengan media, serta kontribusi para pemimpin dalam membangun hubungan yang sehat antara pemerintah dan insan pers. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti ditetapkan sebagai penerima Pimred Award 2026 kategori Legislatif Kabupaten/Kota Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik,” kata Bernadus Wilson Lumi, Jum’at, 17 Juli 2026.
Bernadus menegaskan, Pimred Award bukan sekadar ajang seremoni, tetapi bentuk penghormatan kepada para pemimpin yang menjunjung tinggi kebebasan pers, keterbukaan informasi publik, serta menempatkan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Terpisah, Abdul Muchti membenarkan dirinya telah menerima surat pemberitahuan sekaligus undangan sebagai penerima Pimred Award 2026.
“Alhamdulillah, penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh Besar. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, dewan juri, dan seluruh insan pers atas apresiasi ini. Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga milik seluruh pimpinan dan anggota DPRK Aceh Besar. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat keterbukaan informasi publik, membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat, serta menghadirkan lembaga legislatif yang semakin terbuka, responsif, dan dipercaya publik,” ujar Abdul Muchti.
Penganugerahan Pimred Award 2026 menjadi salah satu agenda utama Festival HUT ke 3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Yogyakarta.
Selain penyerahan penghargaan kepada 67 tokoh nasional dan daerah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelatihan jurnalistik dan konten kreator, wisata jurnalistik, pameran UMKM, serta kegiatan 3 Fun yang diikuti pimpinan media dari berbagai provinsi di Indonesia. (R)











