Pembekalan Berbasis Kompetensi Teknisi Sepeda Motor Injeksi Bagi Penyandang Disabilitas

oleh -1380 Dilihat

KUALASIMPANG (AD) – Pertamina EP Aset 1 Rantau Field, BLHK dan LSM BOEMI, lakukan pembekalan berbasis kompetensi teknisi sepeda motor terhadap 32 orang disabilitas; 28 orang tuna daksa , 4 orang tuna wicara, peserta berasal dari Kecamatan Tenggulun, Tamiang Hulu, K.Simpang, Kr. Baru, Rantau, Bendahara dan Seruway. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kamis, 19 Maret 2020.

Pelatihan Pembekalan Berbasis Kompetensi Teknisi Sepeda Motor Injeksi Bagi Penyandang Disabilitas Kabupaten Aceh Tamiang merupakan lanjutan dari pertemuan tanggal 25 Februari 2020 di Wisma Jeumpa Komplek Pertamina EP Field Rantau dengan materi acara, Review dan Penyusunan Program secara Partisipatif bagi penyandang Disabilitas Aceh Tamiang.

Kerjasama dilakukan oleh Pemda Aceh Tamiang yang diwakili oleh Disnakertrans, Disnsos, PT. Pertamina EP Field Rantau, BLK Aceh dan LSM BOEMI. Bertempat di Aula Sanggar Kegiatan bersama (SKB) Komplek Perkantoran Bupati Aceh Tamiang, acara dimulai pada jam 09.00 Wib dibuka dan dipandu oleh Reynaldi Afrizal.

Dilanjutkan dengan kata pengantar dan arahan oleh Sugiono, SH (Ketua LSM BOEMI) dalam kata pengantarnya Sugiono menyampaikan bahwa perhatiaan, komitmen dan dukungan kami terhadap penyandang Disabilitas sangat serius serta akan berkelanjutan.

“Pasca pelatihan nantinya akan dilanjutkan dengan adanya kerja – kerja pendampingan peserta yang didampingi oleh LSM BOEMI yang didukung oleh PT. Pertamina EP Field Rantau,” jelas Sugiono.

Peserta Pelatihan Pembekalan Berbasis Kompetensi Teknisi Sepeda Motor Injeksi Bagi Penyandang Disabilitas Kabupaten Aceh Tamiang pada hari ini diikuti sebanyak 32 orang : 28 orang tuna daksa , 4 orang tuna wicara, peserta berasal dari Kecamatan Tenggulun, Tamiang Hulu, Kualasimpang, Karang Baru, Rantau, Bendahara dan Seruway.

Sugiono, juga menyampaikan tentang ketidakhadiran Totok Parafianto (FM Field Manager PT. Pertamina EP Field Rantau) dan Fandi Prabudi (Kepala Humas PT. Pertamina EP Field Rantau) pada acara dikarenakan adanya larangan bagi Staff dan karyawan PT. Pertamina EP Field Rantau untuk menghadiri acara keramaian.

“Salam dari Pak Totok dan Pak Fandi untuk semua narasumber dan peserta, Insha Allah terkait dengan apa-apa yang sudah direncanakan akan tetap sama – sama kita jaga dan jalankan,” katanya.

Rosmawar, S.Pi (Kabid Rehab Sosial Dinsos ATAM dalam kata pengantarnya menyampaikan bahwa dalam data yang kami miliki ada 26 orang PMKS. 1600 orang penyandang disabilitas.