Dialog Virtual Memperingati Satu Tahun Pandemi Covid-19 Segera Diadakan

oleh -345 Dilihat
oleh
Dialog virtual BCIU
Dialog virtual BCIU

WASHINGTON (AD)– Dialog level dunia akan diselenggaran oleh Business Council for International Understanding (BCIU) dan Viatris (NASDAQ: VTRS). Dialog tersebut diadakan secara virtual setelah Pertemuan Musim Semi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). Informasi tersebut diterima Atjehdaily.Id, Rabu, 21 April 2021.

Dialog ini akan mengulas layanan kesehatan global yang berkelanjutan dan pendanaan untuk penduduk berisiko, serta hal-hal lain yang telah dipelajari dari pandemi. Dialog ini digelar untuk memperingati pandemi Covid-19 yang telah berjalan satu tahun.

Dialog ini, bertajuk “Investing in the Patient Journey: NCDs and COVID-19 beyond the Pandemic”, akan menampilkan sejumlah paparan dari para pemangku kepentingan di sektor publik dan swasta, serta pemimpin industri kesehatan global. Acara ini ingin mengangkat fakta bahwa sistem kesehatan telah terbebani Covid-19, dan pasien-pasien dengan penyakit tidak menular (PTM) mengalami beban perawatan dan pengobatan hingga dua kali lebih besar atas penyakit-penyakit kronisnya. Mereka juga terpapar risiko yang lebih tinggi untuk komplikasi yang berkaitan dengan Covid-19. Sesi dialog akan dipandu wartawan Michelle Kosinski, sementara, paparan utama kelak diberikan Dr. Jeremy VeillardSenior Health SpecialistAmerika Latin dan Karibia, Bank Dunia, serta turut diikuti Menassie Taddese, PresidentEmerging Markets, Viatris; Helen McGuire

Global Program LeaderNoncommunicable Diseases, PATH; Praveen PardeshiGlobal Program Coordinator, The Defeat-NCD Partnership, The United Nations Institute for Training and Research; Dr. Linda BedranHeadCorporate Affairs, Emerging Markets, Viatris; serta Kawaldip Sehmi, CEO, International Alliance of Patients’ Organizations.

“Setelah hidup berdampingan dengan Covid-19 selama lebih dari setahun, kita harus terus menjaga sistem layanan kesehatan agar tidak terlalu terbebani, dan mendukung pasien-pasien yang paling terimbas,” kata President & CEO, BCIU, Peter Tichansky. “Investasi dalam infrastruktur kesehatan bisa memperluas akses perawatan dan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang paling membutuhkannya, seperti masyarakat yang paling terimbas komplikasi parah akibat Covid-19. Pandemi ini semakin memperkuat fakta bahwa ketahanan layanan kesehatan termasuk keamanan nasional. Lebih lagi, sistem layanan kesehatan yang lebih tangguh dan inovasi berkelanjutan diperlukan dunia. Dengan demikian, kita bisa melalui pandemi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pandemi berikutnya,” jelas Tichansky.

“Tekanan yang ditimbulkan pandemi telah mengimbas dan menunda diagnosis serta pengobatan bagi banyak orang dengan penyakit tidak menular (PTM),” ujar Menassie Taddese, PresidentEmerging Markets, Viatris. “Orang-orang yang menderita PTM lebih terimbas dari penyakit dan kasus kematian yang parah akibat Covid-19, berdasarkan empat PTM penting dan lima faktor risiko PTM. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa perluasan akses terhadap layanan kesehatan bermutu dan terjangkau menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi krisis kesehatan publik, krisis ekonomi, dan krisis sosial yang luar biasa. Apalagi, krisis ini telah mengancam kehidupan dan mata pencaharian jutaan orang.” Sebelum pandemi terjadi, dan menurut dokumen “Respons Strategis WHO terhadap PTM” (WHO Strategic Response to Noncommunicable Diseases/NCD) yang diterbitkan sejak 2018, setiap US$1 yang diinvestasikan dalam pencegahan dan pengendalian PTM, kelak mendatangkan imbal hasil senilai US$7 pada 2030. “Akibat pandemi, alokasi sumber daya untuk pengobatan dan pencegahan PTM semakin berperan besar dalam penanganan Covid-19, serta mendukung stabilisasi sistem layanan kesehatan dan ekonomi. Lewat kemitraan yang baik antara pemerintah lokal, lembaga kesehatan, dan lembaga nonpemerintah, kita bisa berperan lebih efektif dalam meningkatkan pengalaman pasien dan jalur perawatan mereka pada jangka pendek dan panjang, termasuk rencana pencegahan penyakit. Hal ini menjadi visi Viatris; dengan membantu orang agar menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia, kami juga ingin membantu pembangunan dan kesejahteraan berbagai bangsa,” jelas Taddese.