Wartawan Laporkan Ketua BKAD ke Polres Bireuen, Ini Persoalannya

oleh -224 Dilihat
Pimred media lintasnasional.com sedang melaporkan ketua BKAD ke Polres Bireuen.

Bireuen, (AD) Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Rusydi Muhammad yang dikonfirmasi wartawan terkait masalah perdamaian antara Keuchik Blang Panyang, telah mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh melalui salah seorang wartawan media online, sehingga akhirnya dilaporkan ke Polres Bireuen.

Kasus yang penghinaan itu berawal, ketika media Lintas Nasional memberitakan terkait pemalsuan tanda tangan Keuchik desa blang Panyang oleh ketua kelompok tani yang berakhir damai karena membayar uang 15 juta Rupiah.

Namun Ketua BKAD atau ketua keuchik Simpang Mamplam tidak terima pemberitaan tersebut, Rusydi Muhammad saat dikonfirmasi salah seorang wartawan media online lainya menyangkut kasus itu, malah menyebut wartawan media Media Lintas Nasional itu, dengan kata kata yang tidak senonoh (Anjing-red).

“Saya kenal dia, kau bilang sama wartawan Asee itu jangan buat berita asal-asalan,” ujar Keuchik Rusdy Muhammad yang sering disapa Geuchik Roh, seperti ditirukan seorang Wartawan Media online lainya, Senin (24/1).

Geuchik Roh Ia juga menyebutkan, jika masalah tersebut sudah selesai hitam di atas putih dan jangan lagi dinaikkan berita.

“Kami 41 Gampong di Simpang Mamplam, jangan sampai kami cari, dia gak tahan nanti, buatlah berita yang sesuai bahwa sudah terjadi perdamaian,” ancam Keuchik Roh dengan arogannya seraya mengatakan seharusnya, wartawan melakukan konfirmasi ke dirinya sebagai Ketua Keuchik di Simpang Mamplam.

Ketua BKAD Simpang Mamplam mengeluarkan kata-kata makian terhadap Pimpinan media tersebut karena tidak terima jika Keuchik Blang Panyang diberitakan.

“Saya Ketua Keuchik, kalau ada masalah dengan Keuchik Simpang Mamplam, hubungi saya dulu, jangan langsung buat berita,” lanjut Keuchik Roh.

Sementara pimpinan media online lintasnasional.com AN yang dilecehkan dan diancam tersebut mengakui kejadian berawal setelah mendapat informasi ada dugaan pemalsuan tanda tangan oleh ketua Kelompok Tani di Gampong Mamplam yang berakhir damai dengan uang Rp 15 Jutaan mencoba meminta hak jawab ke Keuchik Blang Panyang.

“Kita hanya melakukan konfirmasi dan bertanya baik-baik agar pemberitaan berimbang dan tugas wartawan meminta hak jawab ke Keuchik Blang Panyang Muhammad Daud, namun ia meminta kami ke Kapospol Simpang Mamplam. Dan kami tidak tidak berurusan dengan konfirmasi dengan Ketua BKAD, karena memang kami tidak berkewajiban konfirmasi dengan Ketua BKAD setempat,” ujar Pimred Lintas Nasional, Anas