Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya berkomitmen menggandeng berbagai instansi, termasuk Kodam IM, guna mendukung peningkatan kapasitas pegawai serta optimalisasi program pembinaan bagi warga binaan.
“Kami berharap kerja sama dengan Kodam IM dapat diperkuat, khususnya dalam pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, serta aspek keamanan, sehingga lembaga pemasyarakatan di Aceh dapat berfungsi lebih optimal,” ujar Yan Rusmanto.
Lebih lanjut, Kepala Kanwil Ditjen PAS Aceh juga meminta dukungan pengamanan dari Kodam IM, terutama pada hari-hari rawan seperti perayaan Tahun Baru, Idulfitri, serta hari besar lainnya, di mana potensi gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan cenderung meningkat.
Menanggapi permintaan tersebut, Pangdam IM menegaskan kesiapan Kodam IM untuk mendukung pengamanan di Lapas dan Rutan sesuai dengan prosedur dan kebutuhan yang diperlukan.
Ia menekankan bahwa koordinasi antar instansi merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan menyukseskan berbagai program pemasyarakatan yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
“Kerja sama ini harus terus diperkuat, karena bukan hanya menyangkut kelembagaan, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” tegas Pangdam IM.
Di akhir pertemuan, Kepala Kanwil Ditjen PAS Aceh menyampaikan optimismenya bahwa inovasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan Kodam IM akan membawa dampak positif yang lebih luas.
Ia berharap, dengan adanya sinergi ini, akan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik serta mampu membentuk SDM yang berkualitas dan berintegritas.
Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kodam IM, di antaranya Aspers Kasdam IM, Danpomdam IM, Kakumdam IM, dan Kapendam IM.
Sementara, dari Ditjen PAS Aceh, hadir pula Bapak Sangapta Surbakti (Kabid Pembimbing Kemasyarakatan), Ridha Ansari, Amd.IP, S.H., M.Si. (Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Banda Aceh), serta empat orang dari Tim Humas Ditjen PAS Aceh. (*)











